Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengingatkan konsumen agar tidak serta-merta mengganti jenis bahan bakar minyak (BBM) dari RON tinggi ke RON lebih rendah, misalnya dari Pertamax ke Pertalite, tanpa memperhatikan spesifikasi kendaraan.

Manager Public Relations, YRA & Community YIMM Rifkie Maulana mengatakan penurunan RON bensin harus mengacu pada rekomendasi pabrikan.

in1

>>> Argentina vs Spanyol Berpeluang Besar Terjadi di Babak 32 Besar

"Kalau secara spek kan tidak semuanya sama. Mesti dilihat dulu dari spesifikasinya, tergantung jenis kompresinya," kata Rifkie di Jakarta, Minggu (21/6).

Penggunaan BBM yang tidak sesuai rasio kompresi mesin berpotensi memengaruhi performa kendaraan.

Spesifikasi Mesin Jadi Acuan

Berdasarkan petunjuk Pertamina, bensin RON 90 cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 9:1 sampai 10:1, sedangkan RON 92 sesuai untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 sampai 11:1.

>>> Biaya Visa Jepang Naik 5 Kali Lipat Mulai Juli 2026

Dari data tersebut, motor Yamaha dengan dapur pacu 125 cc seperti Gear, Freego, X-Ride, Mio M3, Fino 125, Jupiter Z1, dan Vega Force masih cocok menggunakan Pertalite.

Rifkie pun membenarkan hal tersebut. "Makanya kalau saya pikir (mesin 125 cc) masih friendly," kata dia.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax RON 92 diduga mendorong sebagian masyarakat beralih ke Pertalite yang harganya masih dijaga pemerintah melalui subsidi.

>>> Kelly Dodd Bantah Kenal Kontraktor Reflecting Pool John J. Cafaro

Saat ini Pertamax series dengan RON 92 ke atas telah mengalami penyesuaian harga signifikan mulai dari Rp16.250 per liter.