Pertamina Buka Peluang Turunkan Harga BBM Pertamax Bulan Depan
PT Pertamina Patra Niaga membuka peluang untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax pada bulan depan.
Langkah ini seiring dengan tren penurunan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir.
>>> Mbappe Bela Dembele dari Kritik Usai Laga Perdana Piala Dunia 2026
Direktur Perencanaan & Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto menjelaskan bahwa kepastian penurunan harga masih harus menunggu hasil pencermatan pergerakan harga minyak sepanjang bulan berjalan.
"Ya intinya sebenarnya begini, untuk JBU ya itu Patra Niaga selama ini dan seterusnya memang akan merespons terhadap kenaikan atau penurunan harga minyak dunia gitu.
Nah ke depan seperti apa nanti kita lihat, karena kita basisnya adalah harga satu bulan sebelumnya," ujar Joko Pranoto.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menegaskan bahwa fluktuasi harga komoditas global secara otomatis akan langsung memengaruhi harga jual eceran produk BBM nonsubsidi di dalam negeri.
"Apakah harganya bisa turun? Pasti.
>>> adidas Luncurkan Koleksi Summer Glow SS 2026 Bernuansa Lokal Indonesia
Ketika harga minyak dunia turun sudah dipastikan harga BBM non subsidi akan turun.
Begitu juga sebaliknya ketika harga minyak dunia naik, mau tidak mau tidak terhindarkan dia akan sesuaikan harga keekonomiannya," beber Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM.
Kondisi Pasar Global
Kondisi pasar global saat ini mencatat penurunan harga minyak setelah berakhirnya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss yang meredakan kekhawatiran pasokan dunia.
Harga minyak mentah Brent dilaporkan turun 61 sen ke level US$ 79,96 per barel, setelah sebelumnya sempat menyentuh US$ 82,30 per barel akibat ketegangan geopolitik.
>>> Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 22 Juni 2026: Ada Hadiah Apa Saja?
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS bertengger di angka US$ 77,20 per barel dengan kontrak Agustus yang lebih aktif berada pada posisi US$ 76,04 per barel.
Update Terbaru
Ancaman Tersembunyi di Dasar Laut yang Bisa Picu Bencana Global
Senin / 22-06-2026, 19:02 WIB
AUM Reksadana Pendapatan Tetap Turun Menjadi Rp 240 Triliun pada Mei 2026
Senin / 22-06-2026, 19:02 WIB
Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi Kuartal II 2026
Senin / 22-06-2026, 19:02 WIB
Diabetes Tipe 5 Ditemukan, 20 Juta Orang di Dunia Terkena Dampaknya
Senin / 22-06-2026, 19:00 WIB
Imperial College London Siap Bantu RI Bangun 10 Kampus Kedokteran dan Sains
Senin / 22-06-2026, 19:00 WIB
Petrindo Jaya Kreasi Siapkan Dana Rp150 Miliar untuk Pelunasan Obligasi dan Sukuk
Senin / 22-06-2026, 19:00 WIB
ESSA Optimistis Kinerja Membaik Usai Pabrik Amonia Beroperasi Penuh
Senin / 22-06-2026, 19:00 WIB
Mbappe Sebut Messi Terbaik di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 19:00 WIB
Poco Luncurkan Varian Warna Yellow untuk Poco X8 Pro
Senin / 22-06-2026, 19:00 WIB
Brusky 125 Baru Awal, Kawasaki Lirik Modenas Lain untuk RI?
Senin / 22-06-2026, 19:00 WIB
Motorola Edge 70 Fusion vs Edge 60 Pro 5G: Perbandingan Spesifikasi dan Kegunaan
Senin / 22-06-2026, 18:58 WIB
Surplus Neraca Dagang Dorong Pertumbuhan Arus Logistik Nasional
Senin / 22-06-2026, 18:57 WIB
Pria 40-50an Sering Kehilangan Energi? Ini Penyebabnya
Senin / 22-06-2026, 18:56 WIB
Momen PM Inggris Starmer Hampir Nangis saat Umumkan Pengunduran Diri
Senin / 22-06-2026, 18:56 WIB






