Memasuki usia 40-an, banyak pria mulai merasakan penurunan energi dan semangat. Tubuh terasa lebih mudah lelah dibandingkan saat masih muda.

Banyak yang menganggap hal ini wajar seiring bertambahnya usia. Namun, kondisi tersebut sebenarnya terkait dengan perubahan hormonal dalam tubuh.

in1

>>> Momen PM Inggris Starmer Hampir Nangis saat Umumkan Pengunduran Diri

Seiring bertambahnya usia, fungsi biologis tubuh menurun secara bertahap. Pada pria paruh baya, kadar hormon testosteron mulai berkurang.

Setelah usia 40 tahun, testosteron pria menurun sekitar 1 persen setiap tahunnya. Kondisi ini dikenal sebagai andropause atau 'menopause pria'.

Andropause tidak hanya dialami wanita. Pria juga bisa mengalami gejala serupa akibat penurunan hormon.

Gejala Andropause pada Pria

Sebuah ulasan dalam Expert Opinion on Pharmacotherapy menyebut andropause terkait dengan perubahan psikologis. Penurunan rasa sejahtera dan energi menjadi keluhan utama.

Penyesuaian kadar testosteron melalui terapi dapat membantu mengembalikan energi bagi sebagian pria.

>>> Jadwal Siaran Langsung Norwegia vs Senegal di Piala Dunia 2026

Studi dalam Journal of Clinical Medicine mencatat kelelahan sebagai tanda awal andropause yang paling umum. Jika sering lelah tanpa alasan jelas di usia 40-an, perlu diwaspadai.

Selain kelelahan, pria juga bisa mengalami depresi, gangguan tidur, dan sulit berkonsentrasi. Semua ini berkaitan dengan penurunan testosteron.

Penelitian dalam jurnal Przeglad Menopauzalny menemukan bahwa andropause bisa membuat pria kehilangan minat pada hal yang sebelumnya disukai.

Rasa kehilangan minat ini disertai mudah lelah, mood buruk, gangguan konsentrasi, dan kesulitan menghadapi stres.

>>> Demo Mahasiswa di Denpasar Serahkan Tuntutan ke DPRD Bali

Andropause tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun, modifikasi gaya hidup dapat membantu menjaga kadar testosteron tetap stabil dan membuat tubuh lebih berenergi.