Indonesia Pimpin Komisi The Lancet Bahas Masa Depan Kesehatan 2045
Indonesia untuk pertama kalinya memimpin komisi pada jurnal kesehatan global bergengsi The Lancet. Komisi tersebut bernama The Lancet Regional Health-Western Pacific: Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045.
Peluncuran komisi ini menjadi tonggak penting karena merupakan salah satu dari sedikit komisi tingkat negara dalam sejarah The Lancet.
>>> Remaja Argentina Hidup sebagai Anjing dan Kucing, Fenomena Therian Meningkat
Komisi ini juga menjadi yang pertama dipimpin dan diketuai bersama oleh peneliti Indonesia.
Editor in Chief The Lancet Regional Health-Western Pacific, Dr. Jie Cai, mengatakan Indonesia telah mencatat kemajuan besar dalam kesehatan masyarakat.
Namun, tantangan seperti penyakit tidak menular, kekurangan tenaga kesehatan, dan distribusi layanan yang belum merata masih membayangi.
"Bagaimana kita dapat menyesuaikan sistem kesehatan agar mampu memberikan layanan berkualitas dan adil bagi seluruh masyarakat Indonesia di tengah lanskap kesehatan yang berubah cepat," kata Jie Cai dalam peluncuran komisi di Kemenkes Jakarta, Senin (22/6/2026).
Ia menambahkan, komisi ini akan mengumpulkan bukti ilmiah dan menghasilkan rekomendasi berbasis data. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi panduan kebijakan menuju Indonesia yang lebih sehat dan setara pada 2045.
Menkes: Pembenahan Kesehatan Kunci Capai Negara Maju
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pembenahan sistem kesehatan menjadi syarat utama agar Indonesia mencapai target sebagai negara berpendapatan tinggi pada 2045.
Budi bilang, Indonesia tengah memasuki periode bonus demografi yang menentukan keberhasilan menuju Indonesia Emas.
Budi mengingatkan Indonesia hanya memiliki waktu sekitar satu dekade sebelum populasi mulai menua.
Jika kesempatan itu tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas SDM, Indonesia berisiko terjebak sebagai negara berpendapatan menengah.
"Jika kita gagal dalam 5-10 tahun ke depan, itu adalah dosa terbesar kita kepada generasi mendatang," ujarnya.
Update Terbaru
Pernikahan Adat Modern ala Selebriti Jadi Inspirasi Anak Muda Surabaya
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
BACH IPO, Target Dana Rp307 Miliar dari Pasar Modal
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
DPR Setujui Anggaran Kemenko Pangan Rp509,3 Miliar untuk 2027
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
Libur Sekolah Tiba, Diskon 30 Persen untuk KA Kelas Ekonomi
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
4 Dosen Unusa Jadi Narasumber Konferensi Health Tourism Internasional 2026
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
Shanty Emosional Ingat Ibunda saat Perankan Ibu di Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
PHK Mengintai? Kemnaker Buka Suara, Ini Langkah Darurat Pemerintah!
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
SIG Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak Turun 60%
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Pertamina Salurkan Bright Gas untuk Pedagang Kuliner di Jakarta Fair 2026
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Paramount Petals Padukan Infrastruktur dan Aktivasi Komunitas di Kawasan Mandiri
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Surabaya Susun Peta Jalan Infrastruktur Biru-Hijau untuk Atasi Banjir dan Panas
Senin / 22-06-2026, 21:33 WIB
Sere Pasaribu Rangkum Perjalanan Hidup Lewat Resital To Love, To Lose, To Learn
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB
Zulhas Targetkan Penanganan Sampah di 71 Kota Tuntas pada 2028
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB
LGI Perkuat Layanan Digital dengan Fitur Kesehatan Berbasis AI
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB






