Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Ekonomi Syariah Global
Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu motor penggerak ekonomi syariah global. Statusnya sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia menjadi modal utama.
Menteri Koperasi Indonesia sekaligus Ketua Harian PP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menyatakan jumlah penduduk muslim global telah mencapai hampir dua miliar jiwa.
>>> Prediksi Norwegia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Haaland Jadi Kunci
Angka tersebut mendorong peningkatan permintaan produk dan layanan berbasis syariah.
"Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu penggerak utama ekonomi syariah global," ujar Ferry dalam keynote speech di Menara Syariah, Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Senin (22/6/2026).
Berdasarkan laporan ekonomi Islam global, nilai konsumsi masyarakat muslim dunia pada sektor ekonomi syariah telah melampaui 2 triliun dolar AS per tahun.
Angka ini diproyeksikan terus bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ekonomi syariah telah menjadi kekuatan penting dalam perekonomian dunia.
Indonesia sendiri memiliki lebih dari 240 juta penduduk muslim, menjadikannya salah satu pasar ekonomi syariah terbesar.
Dengan potensi tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang bertransformasi dari konsumen menjadi produsen, inovator, dan pusat pertumbuhan ekonomi syariah global.
Namun, Ferry menegaskan bahwa ukuran keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset atau nilai transaksi.
>>> Bank Sentral Korea Selatan Peringatkan Bonus Besar Karyawan Teknologi Picu Inflasi
"Yang lebih penting adalah bagaimana ekonomi syariah mampu menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas, terutama masyarakat di tingkat akar rumput," kata Ferry.
Pengembangan ekonomi syariah harus berjalan beriringan dengan inklusi ekonomi dan perluasan akses layanan keuangan.
Update Terbaru
BACH IPO, Target Dana Rp307 Miliar dari Pasar Modal
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
DPR Setujui Anggaran Kemenko Pangan Rp509,3 Miliar untuk 2027
Senin / 22-06-2026, 21:37 WIB
Libur Sekolah Tiba, Diskon 30 Persen untuk KA Kelas Ekonomi
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
4 Dosen Unusa Jadi Narasumber Konferensi Health Tourism Internasional 2026
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
Shanty Emosional Ingat Ibunda saat Perankan Ibu di Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Senin / 22-06-2026, 21:36 WIB
PHK Mengintai? Kemnaker Buka Suara, Ini Langkah Darurat Pemerintah!
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
SIG Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Biaya Peternak Turun 60%
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Pertamina Salurkan Bright Gas untuk Pedagang Kuliner di Jakarta Fair 2026
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Paramount Petals Padukan Infrastruktur dan Aktivasi Komunitas di Kawasan Mandiri
Senin / 22-06-2026, 21:35 WIB
Surabaya Susun Peta Jalan Infrastruktur Biru-Hijau untuk Atasi Banjir dan Panas
Senin / 22-06-2026, 21:33 WIB
Sere Pasaribu Rangkum Perjalanan Hidup Lewat Resital To Love, To Lose, To Learn
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB
Zulhas Targetkan Penanganan Sampah di 71 Kota Tuntas pada 2028
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB
LGI Perkuat Layanan Digital dengan Fitur Kesehatan Berbasis AI
Senin / 22-06-2026, 21:32 WIB
Bank Jakarta Gandeng BliBli Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
Senin / 22-06-2026, 21:29 WIB






