Status pasar saham Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market (EM) diproyeksikan tetap bertahan dan tidak turun ke Frontier Market pada keputusan pekan ini.

Proyeksi tersebut didasarkan pada penilaian MSCI yang menggunakan 18 kriteria evaluasi.

in1

>>> Cara Memilih Sekolah SPMB Jakarta 2026 Jalur Afirmasi

Indonesia tercatat mengantongi 10 kriteria bernilai keunggulan tertinggi atau "++", 6 kriteria bernilai perbaikan berlanjut atau "+", dan hanya 2 kriteria bernilai catatan perbaikan atau "-".

Co-Founder Pasardana sekaligus Pengamat Pasar Modal Hans Kwee memaparkan capaian itu menempatkan Indonesia lebih unggul dibandingkan India, Korea, Filipina, Taiwan, dan Thailand.

Dari 18 kriteria, Indonesia hanya berada di bawah Hong Kong yang mengoleksi 14 nilai "++" dan Malaysia dengan 12 nilai "++".

"Bila dibandingkan Vietnam yang berpotensi naik ke EM, Indonesia jauh lebih unggul. Vietnam hanya punya 6 kriteria bernilai '++', 4 kriteria '+', dan 8 kriteria '-'," kata Hans Kwee.

Hampir seluruh aspek penilaian Indonesia mampu bertahan dibandingkan evaluasi tahun 2025.

Penurunan kualitas hanya terjadi pada aspek Information Flow yang bergeser dari predikat "+" menjadi "-" akibat kendala arus informasi pasar.

"Kriteria ini kemungkinan akan naik kembali pada review berikutnya," ujar Hans Kwee.

>>> Mesir Kalahkan Selandia Baru 3-1 di Piala Dunia 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama self regulatory organization (SRO) telah menindaklanjuti penurunan kualitas arus informasi itu melalui agenda reformasi pasar modal.

Sepuluh posisi kunci Indonesia yang mendapat predikat "++" meliputi Investor Qualification Requirement, Foreign Ownership Limits (FOL) Level, Foreign Room level, Capital Flow Restrictions level, Investor Registration & Account Set-up, Market Regulations, Custody, Registry/Depository, Trading, serta Availability of Investment Instruments.