PT Indomobil eMotor Internasional mencatat lonjakan penjualan motor listrik di DKI Jakarta setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kenaikan biaya operasional kendaraan berbahan bakar bensin mendorong masyarakat beralih ke motor listrik yang dinilai lebih efisien.

in1

>>> 3.761 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo di Jakpus Hari Ini

CEO PT Indomobil eMotor Internasional, Pius Wirawan, mengungkapkan volume penjualan motor listrik perusahaan naik tiga hingga empat kali lipat dibanding periode sebelumnya.

"Apalagi setelah kemarin ada kenaikan harga BBM, itu kita lihat penjualan kita naik sekitar 3-4 kali lipat," kata Pius Wirawan.

Peningkatan permintaan juga memicu tren tukar tambah kendaraan konvensional menjadi motor listrik. Dealer motor bekas kebanjiran unit motor bensin karena banyak konsumen menukarkannya.

"Babin kita sedang mengantisipasi informasi dari teman-teman showroom motor bekas, bahwa sekarang motor-motor bekas ini agak banjir di showroom karena banyak sekali yang coba untuk tukar tambah ke motor listrik," jelas Pius.

>>> Steam Summer Sale 2026 Segera Hadir, Diskon Game Capai 95 Persen

Faktor efisiensi biaya jangka panjang menjadi alasan utama konsumen beralih ke motor listrik. Pius menambahkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap keunggulan motor listrik semakin meningkat.

"Karena masyarakat belum banyak yang aware mengenai motor listrik. Karena begitu semuanya sudah aware motor listrik ini solusi.

Jadi semua motor bensin tuh kebanyakan akan ditukar tambah dan permintaannya untuk motor listrik, motor bensin akan berkurang," ujarnya.

>>> 4 Sepatu New Balance Berbahan Kulit Babi yang Wajib Kamu Tahu

PT Indomobil eMotor Internasional memproyeksikan pasar motor listrik domestik masih memiliki potensi besar. Perusahaan terus memantau dinamika permintaan untuk merespons kebutuhan pasar nasional.