Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mendorong penjualan motor listrik di Indonesia meningkat hingga empat kali lipat.

Fenomena ini terjadi karena banyak masyarakat beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.

in1

>>> Pemerintah dan NU Tetapkan Waktu Puasa Tasua serta Asyura 2026 Berbeda

Chief Executive Officer Indomobil e-Motor, Pius Wirawan, mengonfirmasi lonjakan tersebut berdasarkan data operasional perusahaan.

"Jadi motor listrik growing terus, apalagi setelah kemarin ada kenaikan harga BBM, penjualan kita langsung naik 3-4 kali lipat," ujarnya di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pius juga menyebutkan bahwa stok motor bekas berbahan bakar bensin mulai menumpuk di showroom. Hal ini menjadi indikasi kuat adanya pergeseran minat konsumen ke motor listrik.

"Bahkan kita sekarang sedang mengantisipasi informasi dari temen-temen showroom motor bekas, bahwa sekarang motor-motor bekas itu menumpuk karena banyak yang tuker tambah ke motor listrik," tambah Pius.

Menurut Pius, saat ini adalah momentum ideal bagi konsumen untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

>>> 11 Barang Esensial Perjalanan dari Amazon yang Bikin Penerbangan Lebih Nyaman

Ia menilai beban biaya operasional harian menjadi pendorong utama masyarakat meninggalkan kendaraan berbasis fosil.

"Sekarang masyarakat mulai mengantisipasi kalau harga BBM makin naik, tentunya mereka akan berat biaya operasionalnya. Mau nggak mau mereka harus tuker ke motor listrik," tuturnya.

Pius optimistis kesadaran publik terhadap efisiensi motor listrik akan terus berkembang. Ia memproyeksikan permintaan motor konvensional akan menurun drastis seiring dominasi motor listrik di pasar.

Sebagai informasi, harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan.

>>> Joe Hart Dukung Keputusan Spanyol Tak Mainkan David Raya di Piala Dunia

Pertamax RON 92 naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 RON 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.