Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menilai sepak bola menjadi salah satu sarana yang terus mempererat hubungan antara Belanda dan Indonesia, khususnya dengan Maluku.

Dalam kunjungan kerjanya ke Ambon, Maluku, Sabtu (20/6), Marc mengatakan hubungan antara Maluku dan Belanda tidak hanya historis, tetapi juga tetap hidup dan berkembang melalui interaksi sosial dan budaya, termasuk olahraga.

in1

>>> Swiss Sambut Delegasi Iran untuk Perundingan dengan AS

"Hubungan antara Maluku dan Belanda bersifat historis, tetapi juga masih sangat kuat hingga saat ini.

Sepak bola menjadi salah satu alasan yang membuat kita merasa saling terhubung," kata Marc Gerritsen kepada ANTARA.

Menurut dia, antusiasme masyarakat Maluku terhadap sepak bola Belanda merupakan fenomena unik sekaligus mencerminkan kedekatan emosional yang masih terjalin antara kedua wilayah.

Marc menuturkan bahwa sejumlah pesepak bola keturunan Maluku telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan sepak bola Belanda.

Nama-nama seperti Simon Tahamata, Giovanni van Bronckhorst, hingga Tijjani Reijnders menjadi bagian dari perjalanan sepak bola Belanda yang tidak terpisahkan dari kontribusi masyarakat Maluku.

"Belanda sangat berterima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan Maluku kepada negara kami. Maluku sangat penting bagi kami.

Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan yang terus diberikan masyarakat di sini kepada tim nasional kami," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa dukungan masyarakat Maluku terhadap tim nasional Belanda mendapat perhatian luas di Belanda.

Berbagai video perayaan kemenangan tim nasional Belanda yang dilakukan warga di Ambon dan daerah lain di Maluku kerap menjadi perbincangan dan disaksikan oleh masyarakat Belanda.

"Masyarakat di Belanda sering kali terkejut sekaligus sangat senang ketika melihat video bendera Belanda, orang-orang mengenakan jersey oranye, dan perayaan di Maluku setelah pertandingan," katanya.