Sejumlah mahasiswa dari berbagai BEM universitas dan organisasi kemahasiswaan serta masyarakat sipil menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Senin (22/6) sore.

Massa yang menamakan diri 'Aksi Bali Bergerak' ini menyuarakan berbagai persoalan di Indonesia, khususnya di Bali, terkait kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat.

in1

>>> Pemerintah Naikkan Alokasi KUR Perumahan Jadi Rp50 Triliun

Mereka datang membawa spanduk dan poster, seperti bertuliskan 'Negara ini Arahnya Kemana Ya Wok?' dan 'Habis Gelap Tak Kunjung Terang'.

Di depan gerbang gedung DPRD, massa membentuk lingkaran dan meletakkan spanduk serta poster, lalu bergantian berorasi.

Massa juga menyerahkan hasil kajian mereka kepada Wakil Ketua III DPRD Bali I Komang Nova Sewi Putra bersama anggota DPRD lainnya.

I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa, Ketua BEM Universitas Udayana yang mewakili massa, mengatakan aksi ini mencakup lima hal: ekonomi, demokrasi, kebebasan hak sipil, penegakan HAM, lingkungan hidup, dan pendidikan.

“Kami harapkan DPRD Provinsi Bali dapat menyampaikan apa yang kami sampaikan ke pusat,” ujarnya.

Massa memberi batas waktu tiga hari kepada DPRD Bali untuk menyampaikan tuntutan ke pusat dan memberikan hasilnya.

“Apabila selama tiga hari itu tidak ada gerakan sama sekali, kami akan turun aksi kembali,” tegasnya.

Ia menegaskan pihaknya sudah tidak percaya dengan dialog-dialog yang dilakukan selama ini.

“Perlawanan kami akan terus terjadi untuk memastikan keadilan ditegakkan,” tambahnya.

>>> Perbedaan Utama Vivo T5 dan Vivo T5 Pro 5G, Pilih Sesuai Kebutuhan Bukan Sekadar Spesifikasi

Tuntutan Aksi Bali Bergerak mencakup demokrasi, supremasi sipil, tata kelola pemerintahan, ekonomi, HAM, pendidikan, dan lingkungan hidup.