Perut buncit bisa menjadi tanda gangguan kesehatan seperti penyakit hati atau ginjal. Kondisi ini biasanya dipicu penumpukan lemak akibat pola makan tinggi lemak dan gula serta kurang olahraga.

Untuk mencegahnya, Anda bisa meniru pola hidup orang Jepang. Meski makan nasi tiga kali sehari, penduduk Negeri Sakura cenderung memiliki perut rata.

in1

>>> Putih Telur vs Kuning Telur: Mana yang Lebih Kaya Protein?

Data Global Data Healthcare 2022 menunjukkan Jepang adalah negara dengan tingkat obesitas rendah di dunia. Hanya 4% populasinya yang memiliki berat badan berlebih.

Pakar nutrisi dari Kanagawa Institute of Technology, Profesor Naomi Ahiba, mengatakan orang Jepang tidak mudah sakit dan banyak yang berumur panjang hingga 100 tahun.

Hal ini tak lepas dari filosofi makan Shokuiku.

Shokuiku adalah filosofi Jepang yang mendorong kebiasaan makan sehat. Filosofi ini memberikan pedoman tentang bagaimana dan apa yang harus dimakan, serta mengubah cara berpikir tentang makanan.

Melalui pendekatan sederhana ini, orang Jepang bisa menjaga berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Lalu, bagaimana cara menerapkan Shokuiku?

Shokuiku berarti 'pendidikan makanan' yang mempromosikan pola makan seimbang dan intuitif. Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh Sagen Ishizuka, seorang dokter militer yang juga menciptakan diet makrobiotik.

Secara spesifik, Shokuiku didasarkan pada empat hal berikut.

1. Berhenti Makan sebelum Kenyang

Shokuiku mengenalkan konsep hara hachi bun me, yaitu prinsip berhenti makan saat merasa 80% kenyang. Hal ini membantu mencegah makan berlebihan sambil memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi.

>>> Messi Cetak Gol Spektakuler Meski Dikepung Lima Pemain Austria

2. Mengonsumsi Makanan Utuh

Makanan utuh adalah makanan yang minim proses pengolahan, seperti buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan. Kebalikannya adalah makanan olahan seperti nugget dan sosis.