Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengomentari rencana pengembalian aset Iran yang dibekukan.

Ia menegaskan dana sebesar US$6 miliar (sekitar Rp106 triliun) yang kini tersimpan di Qatar seharusnya dibelikan makanan dari produk-produk AS.

in1

>>> 8 Manfaat Kebiasaan Tidur Siang yang Jarang Disadari

"Semua uang itu akan kembali dalam bentuk pembelian makanan yang sangat mereka butuhkan. Mereka memiliki 91 juta penduduk, mereka tidak mampu memberi makan semua warganya.

Jadi, uang yang kami cairkan akan diberikan kepada para petani kami," kata Trump, dikutip dari Reuters.

Pencairan aset Iran merupakan salah satu poin dalam kesepakatan sementara AS-Iran yang ditandatangani Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Paris pekan lalu.

Kesepakatan itu terjadi lebih dari tiga bulan setelah AS dan Israel menyerang Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menyerang Israel dan negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.

Trump memperingatkan bahwa Iran harus mematuhi nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani.

>>> Putra NeNe Leakes Berfoto Muram di Bui gegara Tunggakan Anak

"Jika Iran tidak memenuhi kesepakatan mereka, atau jika mereka tidak berperilaku baik, saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan," ujarnya kepada wartawan.

Bantahan Iran

Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati menyatakan bahwa Teheran tidak berkewajiban membeli produk pertanian AS berdasarkan MoU saat ini.

Menurutnya, sisa dana yang dibekukan tidak harus digunakan hanya untuk barang-barang penting dan dapat dipakai untuk membeli barang lain yang tidak dikenai sanksi, seperti dilaporkan media Iran Tasnim.

Serangan AS-Israel terhadap Iran dan serangan Israel di Lebanon telah menewaskan ribuan orang serta menyebabkan jutaan lainnya mengungsi.

>>> Penggemar Knicks yang Viral Twerking Buka Suara soal Baku Hantam Usai Final NBA

Konflik ini juga mengguncang pasar global dan menaikkan harga minyak dunia.