Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan bahwa Iran telah menyetujui inspeksi nuklir secara penuh oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun media sosialnya, Truth Social, pada Selasa (24/6).

in1

>>> Kemenperin Bantah Isu Dua Pabrik Otomotif Bakal Dipindah ke Vietnam

"Iran telah sepenuhnya dan secara menyeluruh setuju untuk inspeksi nuklir tingkat tertinggi hingga masa depan. Ini akan memastikan 'Kejujuran Nuklir'," tulis Trump.

Ia juga menyebut bahwa berdasarkan konsesi besar dari Iran, ia setuju untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka tanpa blokade angkatan laut lebih lanjut.

Bantahan Teheran

Klaim Trump langsung dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Iran. Juru bicara Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa Iran tidak mengundang IAEA untuk memeriksa fasilitas nuklirnya.

Baghaei merujuk pada Nota Kesepahaman tentang Penghentian Perang yang ditandatangani pada 18 Juni 2026.

>>> Sensus Ekonomi 2026: Pastikan Masyarakat Tak Hilang dari Peta Pembangunan

Menurut Paragraf 8 dokumen tersebut, negosiasi masalah nuklir akan berlangsung dalam jangka waktu 60 hari.

Sementara Paragraf 9 menyatakan status program nuklir Iran saat ini akan dipertahankan selama periode itu.

Baghaei menjelaskan bahwa inspeksi terhadap fasilitas seperti Bushehr yang sudah berjalan akan terus berlanjut.

>>> Jordi Onsu Singgung Rahasia Besar Ruben, Pernyataan Lama Kembali Jadi Sorotan

Namun, inspeksi ke fasilitas yang aksesnya ditangguhkan akibat serangan militer AS dan Zionis akan tergantung pada hasil negosiasi.