Ilmuwan Ungkap Alasan Ilmiah di Balik Dengkuran Kucing, Bukan Sekadar Bahagia
Selama ini banyak pemilik kucing mengira dengkuran hewan peliharaannya adalah tanda kebahagiaan semata. Namun, penelitian terbaru dari Jepang mengungkap fakta yang lebih kompleks.
Tim peneliti dari Wildlife Research Center, Universitas Kyoto, berhasil mengidentifikasi dasar genetik dari perilaku mendengkur pada kucing. Studi ini dipublikasikan di jurnal PLOS One.
>>> Redmi K90 Ultra Ungguli Snapdragon 8 Elite Gen 5 dalam Performa Gaming
Gen Reseptor Androgen Kunci Dengkuran
Fokus penelitian adalah gen reseptor androgen yang terletak pada kromosom X. Gen ini memiliki dua varian utama: versi pendek dan versi panjang.
Kucing dengan varian pendek menunjukkan kecenderungan mendengkur yang jauh lebih kuat dibandingkan kucing dengan varian panjang. Gen ini sensitif terhadap hormon seperti testosteron.
Peneliti mempelajari sampel 280 kucing domestik yang disilangkan dan dikebiri. Mereka mengamati perilaku dan mengumpulkan sampel DNA, lalu membandingkannya dengan profil genetik 11 spesies kucing lain.
Perbedaan Berdasarkan Jenis Kelamin
Analisis genetik menunjukkan bahwa kucing jantan dengan gen pendek lebih sering mengeong di hadapan manusia.
Ini menunjukkan peran seleksi alam dan buatan dalam mendorong komunikasi yang lebih efektif dengan manusia.
>>> Cara Mengatasi Kendala Pencairan Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026
Sementara itu, kucing betina dengan gen pendek menunjukkan tingkat agresi lebih tinggi terhadap orang asing. Efek genetik tampaknya berbeda tergantung jenis kelamin.
Pada anak kucing, dengkuran merupakan tanda vitalitas awal untuk memberi tahu induknya bahwa mereka sehat. Seiring bertambahnya usia, dengkuran menjadi alat interaksi sosial.
Peneliti juga mencatat bahwa cheetah, yang termasuk keluarga kucing, juga mendapatkan manfaat evolusi dari dengkuran. Ini menunjukkan betapa berharganya kemampuan ini bagi kucing liar maupun domestik.
Penulis utama studi, Yume Okamoto, mengatakan bahwa saat mereka membuka partisipasi, 265 pemilik kucing dari seluruh Jepang merespons dalam satu hari.
Ini menunjukkan minat publik yang besar untuk memahami kucing melalui sains.
>>> Pakistan Tegaskan Rudal Iran Tak Masuk Negosiasi dengan AS
Penelitian ini menekankan pentingnya menyelidiki perbedaan genetik halus yang membentuk kepribadian unik kucing. Temuan ini dapat membantu memahami masalah perilaku kucing dan meningkatkan kesejahteraan mereka di lingkungan manusia.
Update Terbaru
Cara Mengatasi 6 Dampak Buruk Akibat Keterlambatan Bayar TikTok PayLater
Rabu / 24-06-2026, 22:08 WIB
Cara Mencairkan 3 Jenis Bansos di Kantor Pos Akhir Juni 2026
Rabu / 24-06-2026, 22:08 WIB
Roush, Tuner Favorit Ford, Kini Garap Ram 1500 Edisi Khusus
Rabu / 24-06-2026, 22:07 WIB
3 Fitur yang Bikin Remote TV Samsung Makin Sempurna
Rabu / 24-06-2026, 22:07 WIB
Galaxy Z Fold 8 Ultra Dikabarkan Punya Layar dengan Resolusi Lebih Tinggi
Rabu / 24-06-2026, 22:07 WIB
Apa yang Terjadi pada Gula Darah jika Minum Sesendok Cuka Sebelum Makan
Rabu / 24-06-2026, 22:07 WIB
Tiga Pengganti Makanan Kecil yang Bisa Menghemat Uang dan Meningkatkan Kesehatan
Rabu / 24-06-2026, 22:07 WIB
Samsung Dikabarkan Siapkan Tablet dengan Layar Punch-Hole
Rabu / 24-06-2026, 22:04 WIB
Tanaman Ini Bikin Semut Kabur dari Teras Sepanjang Musim Panas
Rabu / 24-06-2026, 22:04 WIB
Bakteri Usus Katak Pohon Jepang Tunjukkan Efek Antikanker yang Kuat
Rabu / 24-06-2026, 22:04 WIB
Honor Dikabarkan Kembangkan Ponsel dengan Baterai 14.000 mAh
Rabu / 24-06-2026, 22:00 WIB
Hari 25 Jam Tidak Akan Terjadi dalam 200 Juta Tahun, Ini Alasannya
Rabu / 24-06-2026, 21:59 WIB
Dokter Tifa Batalkan Praperadilan Usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan
Rabu / 24-06-2026, 21:56 WIB
Demo Mahasiswa di Surabaya dan Makassar, Ini Tuntutan Massa
Rabu / 24-06-2026, 21:56 WIB






