Pernahkah Anda mendengar klaim bahwa Bumi akan segera mengucapkan selamat tinggal pada hari 24 jam? Kedengarannya dramatis, seolah sekolah, kantor, maskapai, dan ponsel akan segera membutuhkan jam baru.

Kenyataannya jauh lebih tenang, dan lebih aneh. Rotasi Bumi melambat seiring waktu, terutama karena tarikan gravitasi Bulan terhadap lautan kita.

in1

>>> Dokter Tifa Batalkan Praperadilan Usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan

Itu berarti hari 25 jam adalah kemungkinan nyata di masa depan planet yang sangat jauh, tetapi tidak dalam tanggal yang bisa ditandai siapa pun di kalender.

Kita berbicara tentang ratusan juta tahun, sementara perubahan saat ini diukur dalam milidetik per abad.

Sehari Tidak Begitu Tetap

Kebanyakan dari kita menganggap sehari sebagai 24 jam karena itulah cara kita mengatur kehidupan. Bangun tidur, pergi kerja, makan malam, tidur, ulangi.

NASA menjelaskan bahwa hari matahari di Bumi sekitar 24 jam, sementara hari sideris, diukur dari satu putaran penuh terhadap bintang jauh, hampir tepat 23 jam 56 menit.

Perbedaan itu bukan karena kelalaian.

Bumi berputar sambil juga bergerak mengelilingi Matahari, sehingga planet harus berputar sedikit lebih agar Matahari tampak di tempat yang sama di langit.

Bulan Adalah Rem Lambat

Rem jangka panjang terbesar adalah Bulan.

Penjelasan gerhana dan rotasi Bumi dari NASA mengatakan pasang surut laut, yang terutama disebabkan oleh Bulan, menciptakan gesekan saat Bumi berputar di bawahnya.

Gesekan itu mentransfer momentum sudut dari Bumi ke Bulan, memperlambat putaran Bumi sementara Bulan perlahan menjauh.

Menurut perkiraan NASA, Bulan menjauh sekitar 1,5 inci per tahun, nilai yang diukur dengan reflektor laser era Apollo yang ditinggalkan di permukaan Bulan.