Hari 25 Jam Tidak Akan Terjadi dalam 200 Juta Tahun, Ini Alasannya
Iklim Bergabung dengan Jam
Bulan masih menjadi irama kuno, tetapi iklim kini menjadi bagian dari cerita juga.
Penelitian yang didanai NASA menemukan bahwa sejak tahun 2000, hari-hari menjadi lebih panjang sekitar 1,33 milidetik per 100 tahun karena mencairnya gletser, lapisan es, pergeseran air tanah, dan naiknya permukaan laut memindahkan massa di sekitar planet.
Secara praktis, ini bekerja sedikit seperti seorang skater yang memperlambat putaran dengan merentangkan tangan.
Ketika es mencair di dekat kutub dan lebih banyak air bergeser ke lintang rendah dan samudra khatulistiwa, rotasi Bumi dapat melambat sedikit.
Anda tidak akan menyadarinya saat sarapan, tetapi teknologi presisi tinggi mungkin merasakannya.
NASA juga melaporkan bahwa sumbu rotasi Bumi bergerak sekitar 30 kaki antara tahun 1900 dan 2023, dan sekitar 90% dari gerakan kutub berulang dari tahun 1900 hingga 2018 dapat dijelaskan oleh perubahan air tanah, lapisan es, gletser, dan permukaan laut.
Itu adalah pergerakan kecil dalam skala planet, tetapi merupakan pengingat tajam bahwa perubahan iklim tidak hanya tentang gelombang panas dan garis pantai.
Bumi Pernah Mengalami Jeda Aneh
Ada twist lain.
Sebuah tim Universitas Toronto menemukan bahwa hari Bumi tetap dekat 19,5 jam untuk rentang waktu geologis yang sangat panjang, dari sekitar 2 miliar tahun lalu hingga 600 juta tahun lalu.
Selama periode itu, pasang surut atmosfer yang didorong Matahari tampaknya melawan efek pengereman Bulan.
Tanpa jeda miliaran tahun itu, para peneliti mengatakan hari 24 jam saat ini bisa saja memanjang melebihi 60 jam.
Bayangkan hari Senin dengan ruang sebanyak itu. Kedengarannya berguna sampai Anda menyadari seluruh iklim, biologi, dan ritme planet akan berbeda.
Update Terbaru
21 Startup RI Bertemu Investor, ITB Dorong Hilirisasi Riset Jadi Bisnis
Kamis / 25-06-2026, 00:35 WIB
Pendapatan Pertamina Tembus Rp1.169 Triliun Sepanjang 2025
Kamis / 25-06-2026, 00:35 WIB
Trump Sebut Masyarakat Ditipu, Harga Bensin Tak Turun Sebanding Harga Minyak
Kamis / 25-06-2026, 00:35 WIB
Prabowo: Dukung Pemerintah Seperti Suporter Sepak Bola, Koreksi Setelah Selesai
Kamis / 25-06-2026, 00:35 WIB
BLTN Luncurkan Summaries, Fitur Briefing Tertarget untuk Aplikasi Intelijen
Kamis / 25-06-2026, 00:34 WIB
New York Dorong Teknologi Pemblokir Senjata pada Printer 3D
Kamis / 25-06-2026, 00:30 WIB
Antonela Roccuzzo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-39 untuk Lionel Messi: 'Kami Punya Segalanya Karena Kamu'
Kamis / 25-06-2026, 00:30 WIB
Bentrok Bersenjata di Muara Lakitan Akibat Sengketa Pengawalan Truk CPO
Kamis / 25-06-2026, 00:30 WIB
Panduan Akses 5 Skema Bansos 2026 untuk Lansia Pengganti Program Lama
Kamis / 25-06-2026, 00:09 WIB
Desainer Karakter Oshi no Ko Buat Ilustrasi Spesial Rayakan 1 Juta Pengikut di X
Kamis / 25-06-2026, 00:07 WIB
Pameran Perdana Re:ZERO Rilis Visual Baru Sambut 10 Tahun Anime
Kamis / 25-06-2026, 00:07 WIB
Ford Mustang 1966 Diubah Jadi Limusin Delapan Kursi dengan Pintu Belakang dari Pintu Depan
Kamis / 25-06-2026, 00:07 WIB
Tanggal Rilis Galaxy Z Fold 8, Fold 8 Ultra, dan Flip 8 Bocor
Kamis / 25-06-2026, 00:06 WIB
Bocoran Kotak Retail Galaxy A27 Ungkap Warna, Harga, dan Spesifikasi
Kamis / 25-06-2026, 00:05 WIB






