Trump Sebut Masyarakat Ditipu, Harga Bensin Tak Turun Sebanding Harga Minyak
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertanyakan lambatnya penurunan harga bensin di negaranya. Menurutnya, harga bahan bakar seharusnya sudah turun lebih besar seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
"Perusahaan-perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga bensin sebanding dengan penurunan tajam harga minyak yang mereka bayarkan. Pelanggan sedang ditipu," ujar Trump, dikutip Kamis (25/6).
>>> Prabowo: Dukung Pemerintah Seperti Suporter Sepak Bola, Koreksi Setelah Selesai
Trump menilai sejumlah faktor pemicu lonjakan harga energi kini telah berkurang. Salah satunya adalah dimulainya negosiasi antara Washington dan Teheran yang menurunkan risiko gangguan pasokan energi global.
Pembukaan kembali Selat Hormuz turut meredakan kekhawatiran pasar. Namun, harga bensin di AS masih berada di kisaran US$3,93 per galon.
Angka tersebut memang turun sekitar 13 persen dibanding puncak kenaikan sebelumnya.
Namun, masih jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di level sekitar US$3,22.
Harga Minyak Sudah Turun, Bensin Belum
Trump menilai kondisi itu tidak sejalan dengan perkembangan harga minyak dunia yang mulai terkoreksi dalam beberapa pekan terakhir.
>>> BLTN Luncurkan Summaries, Fitur Briefing Tertarget untuk Aplikasi Intelijen
Kenaikan harga energi sebelumnya dipicu memanasnya konflik Iran-AS yang berujung pada penutupan sementara Selat Hormuz.
Setelah negosiasi damai kembali berjalan dan aktivitas pelayaran dibuka, pasar minyak mulai pulih.
Trump mengatakan masyarakat seharusnya sudah merasakan manfaat dari meredanya konflik melalui penurunan harga bensin yang lebih signifikan.
Isu harga bensin menjadi perhatian besar di AS karena berpengaruh langsung terhadap biaya hidup masyarakat. Mulai dari transportasi hingga distribusi barang kebutuhan sehari-hari.
Para analis menilai arah harga energi ke depan masih bergantung pada hasil negosiasi lanjutan antara Washington dan Teheran.
>>> New York Dorong Teknologi Pemblokir Senjata pada Printer 3D
Mereka menyoroti isu program nuklir dan mekanisme pengawasan internasional terhadap fasilitas nuklir Iran.
Update Terbaru
President Curtis: Spin-Off Rick and Morty Tayang 26 Juli di Adult Swim
Kamis / 25-06-2026, 01:50 WIB
God of War Laufey Dikabarkan Rilis Februari-Maret 2027, Bersaing dengan Banyak Game Besar
Kamis / 25-06-2026, 01:50 WIB
Edisi Fisik GTA 6 Hanya Berisi Kode Unduh, Bukan Cakram
Kamis / 25-06-2026, 01:50 WIB
Trump Tuding Perusahaan Minyak AS Sengaja Tahan Harga Bensin, Minta Investigasi
Kamis / 25-06-2026, 01:42 WIB
Prabowo Klaim Kantongi Nama Pembiaya Demo, Beri Peringatan
Kamis / 25-06-2026, 01:42 WIB
Akademi Angkatan Laut AS Kembali Mewajibkan Rambut Pendek untuk Taruni Baru
Kamis / 25-06-2026, 01:40 WIB
Trump Murka Usai Senat AS Loloskan Resolusi Batasi Perang Iran
Kamis / 25-06-2026, 01:39 WIB
Transaksi Deposit Judol di Jakbar Capai Rp600 Miliar dari 89.320 Pemain
Kamis / 25-06-2026, 01:39 WIB
Pelajaran Keselamatan Senjata Api dari Insiden Pasadena
Kamis / 25-06-2026, 01:35 WIB
Kepala Polisi Kampus SEMO Didakwa Memberi Jawaban Ujian kepada Taruna
Kamis / 25-06-2026, 01:35 WIB
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
Kamis / 25-06-2026, 01:35 WIB
Jadwal Pemadaman Listrik PLN di Medan Kamis 25 Juni 2026
Kamis / 25-06-2026, 01:35 WIB
Cara Mencairkan Saldo Bantuan PKH Tahap 2 Tahun 2026 untuk Pemilik KKS Lama dan Baru
Kamis / 25-06-2026, 01:10 WIB
Lonjakan 5 Sektor Teknologi AI di China Sepanjang 2026
Kamis / 25-06-2026, 01:09 WIB






