New York Dorong Teknologi Pemblokir Senjata pada Printer 3D

New York menjadi negara bagian pertama di AS yang mewajibkan printer 3D untuk rumah dan bisnis dilengkapi teknologi yang dapat memblokir pembuatan senjata.
Aturan serupa juga tengah dipertimbangkan California. Langkah ini bertujuan mencegah produksi senjata api rakitan tanpa nomor seri yang dikenal sebagai ghost gun.
Sekitar sepertiga negara bagian AS telah melarang atau mengatur senjata rakitan. Namun, pendekatan baru ini menargetkan peralatan, bukan pembuatnya.
Cara Kerja Teknologi Pemblokir
Undang-undang yang ditandatangani bulan lalu di New York dan RUU di California akan membentuk panel ahli untuk menetapkan standar algoritma pendeteksi cetak biru senjata.
Teknologi ini akan menganalisis setiap desain yang dikirim untuk dicetak, membandingkannya dengan pustaka digital komponen senjata, dan menolak yang mirip.
Kewajiban ini baru akan berlaku pada 2029 atau lebih lambat jika panel ahli menilai belum layak.
Menurut Solomon Diamond, profesor teknik Dartmouth, konsepnya mirip aplikasi ponsel yang mengidentifikasi pohon dari foto.
Salah satu metode yang mungkin adalah analisis geometris bentuk, dimensi, dan fitur struktural untuk menolak proyek yang mirip komponen senjata.
Kekhawatiran dan Tantangan
Asosiasi Printer 3D mendukung undang-undang ini, namun Ketua Eksekutif Bill Decker meragukan efektivitasnya.
Menurutnya, penjahat tetap bisa mengubah desain atau mencetak di tempat lain. Teknologi ini lebih sebagai pernyataan politik.
Rory Mir dari Electronic Frontier Foundation memperingatkan risiko penyensoran berlebihan. Benda tak berbahaya seperti pipa atau gantungan dinding bisa terblokir karena mirip komponen senjata.
Ia juga khawatir privasi karya seni dan properti intelektual terancam jika instruksi cetak dikirim ke kecerdasan buatan berbasis cloud.
Kelompok advokasi keselamatan senjata seperti Everytown for Gun Safety mendukung langkah ini. Samuel Levy menyebut printer 3D sebagai perbatasan baru dalam perang melawan ghost gun.
Update Terbaru
Trump Tuding Perusahaan Minyak AS Sengaja Tahan Harga Bensin, Minta Investigasi
Kamis / 25-06-2026, 01:42 WIB
Prabowo Klaim Kantongi Nama Pembiaya Demo, Beri Peringatan
Kamis / 25-06-2026, 01:42 WIB
Akademi Angkatan Laut AS Kembali Mewajibkan Rambut Pendek untuk Taruni Baru
Kamis / 25-06-2026, 01:40 WIB
Trump Murka Usai Senat AS Loloskan Resolusi Batasi Perang Iran
Kamis / 25-06-2026, 01:39 WIB
Transaksi Deposit Judol di Jakbar Capai Rp600 Miliar dari 89.320 Pemain
Kamis / 25-06-2026, 01:39 WIB
Pelajaran Keselamatan Senjata Api dari Insiden Pasadena
Kamis / 25-06-2026, 01:35 WIB
Kepala Polisi Kampus SEMO Didakwa Memberi Jawaban Ujian kepada Taruna
Kamis / 25-06-2026, 01:35 WIB
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
Kamis / 25-06-2026, 01:35 WIB
Jadwal Pemadaman Listrik PLN di Medan Kamis 25 Juni 2026
Kamis / 25-06-2026, 01:35 WIB
Cara Mencairkan Saldo Bantuan PKH Tahap 2 Tahun 2026 untuk Pemilik KKS Lama dan Baru
Kamis / 25-06-2026, 01:10 WIB
Lonjakan 5 Sektor Teknologi AI di China Sepanjang 2026
Kamis / 25-06-2026, 01:09 WIB
Classroom of the Elite Season 5 Resmi Diumumkan
Kamis / 25-06-2026, 01:08 WIB
Startup Hypercar Baru Ingin Anda Mengendarainya Seperti Superbike
Kamis / 25-06-2026, 01:07 WIB
Mantan Eksekutif BMW Yakin Zeekr Setara dengan Merek Premium Jerman
Kamis / 25-06-2026, 01:07 WIB






