Startup hypercar asal Belanda, Sanrivatti, mengklaim sedang mengembangkan arsitektur kendaraan yang radikal dengan fokus utama pada pengemudi.

Perusahaan menyebut pendekatan ini sebagai "driver-centered vehicle architecture," dengan posisi duduk yang terinspirasi dari superbike.

in1

>>> Mantan Eksekutif BMW Yakin Zeekr Setara dengan Merek Premium Jerman

Pengemudi ditempatkan tepat di tengah dan membungkuk ke depan, mirip pembalap yang bertengger di atas motor sport.

Desain Dimulai dari Tubuh Manusia

Didirikan oleh insinyur otomotif Santiago Sánchez Rivero, Sanrivatti mengaku memulai desain dari tubuh manusia, bukan dari sasis, powertrain, atau paket aerodinamika.

Faktor seperti postur, keseimbangan, naluri, dan interaksi fisik menjadi fondasi seluruh arsitektur kendaraan.

Perusahaan belum mengungkapkan secara detail bentuk arsitektur tersebut, hanya menampilkan gambar garis sederhana.

Namun, deskripsi yang diberikan lebih mengingatkan pada sepeda motor daripada mobil konvensional.

>>> Ford Mustang 1966 Diubah Jadi Limusin Delapan Kursi dengan Pintu Belakang dari Pintu Depan

Sánchez mengatakan proyek ini banyak mengambil inspirasi dari koneksi "langsung dan fisik" antara pengendara dan jalan di dunia superbike, sambil mempertahankan pengalaman berkendara analog.

Ide yang Pernah Muncul Sebelumnya

Konsep posisi berkendara seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Contoh paling terkenal adalah Chevrolet Chaparral 2X Vision Gran Turismo yang diluncurkan pada 2014.

Dalam konsep tersebut, pengemudi hampir tengkurap menghadap ke bawah dan mengendalikan kendaraan melalui gerakan tubuh.

Namun, Chaparral tidak pernah dimaksudkan sebagai mobil produksi nyata. Jika posisi berkendara seperti itu sangat menguntungkan, mungkin pabrikan besar sudah menerapkannya.

>>> Morgan Midsummer Coupe: Atap Tetap dengan Rangka Kayu dan Mesin BMW

Meski demikian, Sanrivatti berjanji akan mengungkap detail lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.