Gelandang Timnas Prancis Adrien Rabiot melontarkan kritik tajam terhadap kualitas rumput New York New Jersey Stadium. Kritik itu disampaikan setelah timnya mengalahkan Senegal 3-1 pada Rabu (17/6).

Stadion yang sebelumnya bernama MetLife Stadium itu dijadwalkan menjadi lokasi pertandingan final Piala Dunia 2026. Namun, kondisi lapangan dinilai tidak memenuhi standar kelayakan untuk ajang sepak bola internasional.

>>> KAI Properti Perpanjang Peron Stasiun Bogor untuk Dukung KRL 12 Kereta

Pihak pengelola sebenarnya telah memasang rumput temporer khusus untuk Piala Dunia 2026. Rumput tersebut menggantikan rumput artifisial yang biasa digunakan untuk pertandingan American Football.

Rabiot langsung merasakan kondisi tanah yang tidak nyaman selama pertandingan. "Lapangannya...

saya bahkan tidak tahu apakah bisa disebut lapangan. Rasanya lebih seperti rumput artifisial - cukup keras dan cukup kaku," kata Rabiot.

Keluhan Serupa dari Vinicius Junior

Sebelum Rabiot, penyerang Timnas Brasil Vinicius Junior juga mengeluhkan kondisi lapangan yang sama. Ia menyoroti pengaruh cuaca terhadap permukaan lapangan.

>>> Citroen eC3X Lebih Murah dengan Skema BaaS, Harga Turun Jadi Rp 120 Jutaan

Vinicius mengungkapkan bahwa di babak kedua, dengan cuaca panas, lapangan mengering sangat cepat. "Laga menjadi sangat lambat dan kami tidak bisa menemukan ritme permainan kami," ujarnya.

Laga Prancis melawan Senegal merupakan pertandingan kedua dari total delapan laga yang direncanakan di stadion tersebut selama Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, Brasil bermain imbang 1-1 melawan Maroko di tempat yang sama.

Stadion ini memiliki reputasi buruk di kalangan atlet NFL karena penggunaan rumput artifisial yang sering memicu cedera parah.

>>> Danantara Siapkan Jajaran Pemimpin PT Danantara Strategic Industries

Rentetan insiden cedera tersebut bahkan memunculkan istilah "kutukan MetLife" di kalangan pencinta olahraga.