Wali Kota New York Zohran Mamdani angkat bicara menanggapi tuduhan antisemitisme yang dialamatkan kepadanya. Tuduhan itu muncul setelah ia mengkritik keras Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC).

Mamdani tetap pada pendiriannya bahwa AIPAC adalah organisasi yang mendukung pendudukan Israel di Palestina. Ia menyampaikan hal itu dalam pernyataan yang dikutip CNN pada Senin (23/6).

in1

>>> 5 Rekomendasi Film Indonesia Baru Tayang Akhir Juni 2026 di Bioskop

"Ketika saya berbicara soal AIPAC, saya bicara soal organisasi yang mendukung status quo, yang telah menentang setiap upaya untuk benar-benar memberikan keamanan kepada orang-orang, tidak hanya di Palestina, tetapi terus terang, di sebagian besar wilayah tersebut, dan itu adalah status quo untuk ketidakmoralan," kata Mamdani.

Ia juga menambahkan bahwa AIPAC sering mempertahankan status quo melalui kontribusi langsung, seperti yang terlihat di New York saat ini.

Komentar Mamdani ini merupakan respons terhadap kritik dari para pemimpin Yahudi yang menilai pernyataannya terlalu jauh.

Sebelumnya, saat kampanye pekan lalu, Mamdani mengecam AIPAC yang telah menghabiskan jutaan dolar untuk mendukung kandidat pro-Israel dalam pemilihan pendahuluan kongres.

Organisasi itu juga kerap memasang iklan yang menyoroti isu domestik, bukan kebijakan luar negeri.

>>> KPK Jebloskan Mantan Wamenaker Noel Ebenezer ke Lapas Sukamiskin

"Mereka memindahkan jutaan uang gelap untuk mencapai satu tujuan, yaitu mempertahankan kekuasaan mereka, sehingga mereka bisa membuat kita saling bermusuhan, alih-alih para pemimpin kita beralih ke perubahan moral yang kita semua tahu sangat diperlukan," ujar Mamdani.

Menurut catatan Komisi Pemilihan Federal, super PAC AIPAC dan Democracy Project memberikan dua sumbangan politik dengan total lebih dari US$600 ribu atau sekitar Rp10,7 miliar ke BOLD America.

Dana itu digunakan untuk mendanai iklan yang mendukung calon anggota Kongres Adriano Espaillat, yang merupakan lawan dari kandidat yang didukung Mamdani, Darializa Avila Chevalier.

Setelah pernyataan Mamdani, para pemimpin Anti Defamation League dan American Jewish Committee (AJC) mengutuknya.

Mereka menuduh Mamdani menggunakan kiasan antisemit dan memperingatkan bahaya bahasa seperti itu dari seorang wali kota di kota dengan populasi Yahudi terbesar di luar Israel.

>>> Prediksi Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Imbang atau Tuan Rumah Menang?

CEO AJC Ted Deutch mengatakan, "Walikota Mamdani, menyebut sesama warga New York sebagai 'monster' adalah tindakan yang keterlaluan dan berbahaya, dan dampak dari kata-kata Anda meluas jauh melampaui politik."