Akademi Angkatan Laut AS Kembali Mewajibkan Rambut Pendek untuk Taruni Baru
Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat (US Naval Academy) kembali memberlakukan aturan potong rambut pendek bagi taruni baru yang masuk pada tahun ini.
Para taruni diwajibkan memotong rambut sebatas dagu saat tiba di Annapolis, Maryland, untuk mengikuti Induction Day atau awal dari 'plebe summer'.
>>> Trump Murka Usai Senat AS Loloskan Resolusi Batasi Perang Iran
Aturan ini sebenarnya sudah diterapkan sejak angkatan pertama perempuan masuk pada Juli 1976. Dari 1.300 siswa baru saat itu, 81 di antaranya adalah perempuan.
Selama lebih dari 40 tahun, taruni diwajibkan memiliki rambut sebatas atau di bawah dagu.
Pejabat akademi menyebut praktik itu sebagai 'salah satu tanda paling terlihat dari transformasi dari kehidupan sipil ke militer'.
Namun pada 2019, aturan tersebut dihapus dengan alasan taruni bisa menjaga rambut sesuai standar kerapian Angkatan Laut.
Kebijakan baru ini mengembalikan standar yang sama bagi taruna dan taruni sebagai simbol komitmen terhadap dinas militer dan tim.
Juru bicara akademi mengatakan bahwa potong rambut saat Induction Day menandai momen ketika warga sipil mulai meninggalkan preferensi pribadi dan mulai menerima tanggung jawab serta identitas sebagai calon perwira Angkatan Laut dan Korps Marinir.
Reaksi Beragam dari Publik
Perubahan kebijakan ini menuai reaksi beragam di forum akademi dan media sosial.
>>> Transaksi Deposit Judol di Jakbar Capai Rp600 Miliar dari 89.320 Pemain
Sebagian terkejut dan berharap ini hanya kesalahan, sementara yang lain menilai akademi hanya kembali ke aturan lama.
Kellie Sbrocchi, seorang letnan komandan Angkatan Laut dan lulusan akademi, membagikan pengalamannya melalui video di Instagram.
Ia mengaku masih ingat saat duduk di kursi salon dan merasa mual melihat rambutnya jatuh ke lantai.
Menurut Sbrocchi, ini adalah ujian pertama bagi taruni baru, bukan karena akademi ingin mereka benci potongan rambut, tetapi untuk belajar bahwa mereka lebih dari sekadar zona nyaman dan penampilan.
Julie Kubal, lulusan 1996, mengatakan bahwa dulu potong rambut bukan masalah besar karena sudah menjadi ekspektasi bagi pria dan wanita.
Ia mengerti jika taruni yang tidak siap bereaksi keras, tetapi menganggapnya sebagai bagian dari proses.
>>> Pelajaran Keselamatan Senjata Api dari Insiden Pasadena
Kubal menambahkan bahwa dalam lingkungan saat ini di mana standar sedang dipertanyakan, kebijakan ini bisa terlihat seperti kemunduran, terutama jika dikaitkan dengan perdebatan tentang kesetaraan standar antara pria dan wanita.
Update Terbaru
Wyndham Clark Bongkar Perselingkuhan Eks dengan Baker Mayfield
Kamis / 25-06-2026, 02:56 WIB
Foto Penangkapan Big Tigger Dirilis, Terkait Tuduhan Penganiayaan dan Kekejaman pada Anak
Kamis / 25-06-2026, 02:56 WIB
Pengemudi Amazon Nekat Melintasi Halaman Rumah untuk Antar Paket, Terekam Kamera
Kamis / 25-06-2026, 02:56 WIB
Pendemo di Rali Trump Teriak 'Pedofil' dan Acungkan Jari Tengah
Kamis / 25-06-2026, 02:55 WIB
Bintang TLC Karen Derrico Didakwa Ancam Bunuh Mantan Suami dan Anak
Kamis / 25-06-2026, 02:54 WIB
Banyak Anak Tak Dapatkan Hak Nafkah Usai Orang Tua Bercerai
Kamis / 25-06-2026, 02:54 WIB
Video Musik 'Dynamite' BTS Tembus 2,1 Miliar Penonton di YouTube
Kamis / 25-06-2026, 02:50 WIB
Sunoo ENHYPEN Donasi Rp 500 Juta untuk Rumah Sakit di Ulang Tahun ke-22
Kamis / 25-06-2026, 02:50 WIB
Cara Mudah Mengajukan DANA Cicil Lewat HP
Kamis / 25-06-2026, 02:45 WIB
Pedagang Online Kena Pungutan PPh Tambahan Mulai Juli 2026
Kamis / 25-06-2026, 02:39 WIB
Trump Tuding Senat Lebih Pilih Dukung Iran Lewat Resolusi Perang
Kamis / 25-06-2026, 02:39 WIB
APBD Tertekan, DPR Dorong Gaji PPPK Dibayar Penuh APBN
Kamis / 25-06-2026, 02:35 WIB
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lawan Polda Metro Jaya di Kasus Ijazah Jokowi
Kamis / 25-06-2026, 02:35 WIB
Dewan Parole Massachusetts Tolak Pembebasan Pembunuh Trooper George Hanna
Kamis / 25-06-2026, 02:35 WIB






