Trump Tuding Senat Lebih Pilih Dukung Iran Lewat Resolusi Perang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Senat secara tidak langsung memilih memberikan dukungan kepada Iran.
Tudingan itu muncul setelah Senat meloloskan resolusi yang membatasi kemampuan pemerintahannya untuk melanjutkan operasi militer terhadap Teheran.
>>> APBD Tertekan, DPR Dorong Gaji PPPK Dibayar Penuh APBN
Trump menyampaikan kritik keras setelah Senat mengesahkan Resolusi Kekuatan Perang. Menurutnya, keputusan itu mengirimkan pesan yang salah ke dunia saat AS sedang berupaya menekan Iran.
"Memberitahu 'Sponsor Teror Nomor Satu di Dunia' bahwa Senat tidak menyukai apa yang saya lakukan kepada mereka dan saya harus berhenti, yang mana dengan melakukan hal itu telah memberikan bantuan dan dukungan kepada Iran," ujar Trump, dikutip Kamis (25/6).
Trump juga mengaku heran mengapa resolusi tersebut disahkan ketika pemerintahannya tengah sukses menekan Iran.
Ia menilai Teheran mulai menunjukkan sikap lebih lunak dalam proses negosiasi yang berlangsung di Swiss.
Menurut Trump, resolusi itu berpotensi mengurangi tekanan terhadap musuh dan membuat posisinya dalam perundingan menjadi lebih sulit.
Resolusi yang disahkan Senat menginstruksikan presiden untuk mengakhiri permusuhan terhadap Iran, kecuali ada persetujuan resmi dari Kongres.
Meski dampak praktisnya belum jelas karena kedua negara telah mencapai kesepakatan damai sementara, resolusi tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Kongres ingin mencegah perang baru antara AS dan Iran.
>>> Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lawan Polda Metro Jaya di Kasus Ijazah Jokowi
Bagi Trump, langkah itu justru berisiko memberikan ruang bernapas bagi Iran.
Apalagi hal ini terjadi ketika pemerintahannya sedang berupaya memperoleh konsesi lebih besar dalam negosiasi terkait keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan hasil besar dari perundingan antara AS dan Iran di Swiss.
Ia menegaskan bahwa seluruh tujuan utama dalam negosiasi tersebut telah berhasil dicapai.
Menurut Vance, AS menetapkan empat tujuan utama sebelum memasuki meja perundingan dan seluruhnya kini telah membuahkan hasil awal yang signifikan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesepakatan akhir belum tercapai.
"Ini baru fondasi. Kami belum membangun rumahnya.
>>> Dewan Parole Massachusetts Tolak Pembebasan Pembunuh Trooper George Hanna
Tapi kami sudah berada di jalur yang tepat," ujarnya.
Update Terbaru
Link Live Streaming Skotlandia vs Brasil di Piala Dunia 2026
Kamis / 25-06-2026, 03:56 WIB
Jeongyeon TWICE Dikabarkan Jajaki Manajemen Akting Solo, JYP Buka Suara soal Kontrak
Kamis / 25-06-2026, 03:55 WIB
Lee Joon Resmi Bintangi Drama Aksi Koleksi Pajak 'The Tax Reaper'
Kamis / 25-06-2026, 03:55 WIB
Cara Klaim Link DANA Kaget Hari Ini dan Tips Hindari Penipuan
Kamis / 25-06-2026, 03:50 WIB
Trump Sebut Empat Senator Republik 'Pecundang' karena Dukung Resolusi Iran
Kamis / 25-06-2026, 03:42 WIB
Polisi Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Roy Suryo soal Ijazah Jokowi
Kamis / 25-06-2026, 03:40 WIB
Trump Tegaskan Tuntaskan Perang Iran dengan Cara Apa Pun Meski Dihalangi Senat
Kamis / 25-06-2026, 03:40 WIB
Prabowo Targetkan B50 Meluncur Juli 2026, Impor Solar Berakhir
Kamis / 25-06-2026, 03:40 WIB
Sheriff Oklahoma County Gugat Soal Tanggung Jawab Angkut Tahanan
Kamis / 25-06-2026, 03:37 WIB
FirstNet Dukung Keamanan Publik Selama Ajang Sepak Bola Dunia
Kamis / 25-06-2026, 03:36 WIB
KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief soal Modus Bagi-bagi 50 Persen Kuota Haji
Kamis / 25-06-2026, 03:36 WIB
Pesan Bijak Cristiano Ronaldo untuk Portugal Jelang Laga Penentuan Lawan Kolombia
Kamis / 25-06-2026, 03:36 WIB
Range Rover 2027 Hadir dengan Wajah Baru dan Varian Listrik
Kamis / 25-06-2026, 03:11 WIB
Wyndham Clark Bongkar Perselingkuhan Eks dengan Baker Mayfield
Kamis / 25-06-2026, 02:56 WIB






