Presiden Prabowo Subianto membandingkan upaya membangun negara dengan pertandingan sepak bola. Ia meminta masyarakat memberikan dukungan penuh seperti suporter kepada timnya sendiri.

Menurut Prabowo, Indonesia saat ini bersaing dengan banyak negara. Semangat persatuan dan kekompakan menjadi kunci untuk memenangkan persaingan global.

in1

>>> BLTN Luncurkan Summaries, Fitur Briefing Tertarget untuk Aplikasi Intelijen

"Kalau kita dalam pertandingan, kita jadi suporter, kita dukung satu tim, 'Ayo maju, maju, maju'.

Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara, harusnya bangsa ini kompak," ujar Prabowo, Kamis (25/6).

Ia menegaskan kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan. Namun, koreksi sebaiknya dilakukan setelah proses berjalan, bukan saat bangsa sedang mengejar target pembangunan.

Prabowo mengibaratkan kondisi tersebut seperti pertandingan sepak bola. Pemain di lapangan membutuhkan dukungan, bukan sorakan negatif dari pendukung sendiri.

"Nanti begitu sudah selesai pertandingan baru dikoreksi. Jangan lagi main sepak bola 'Salah!

>>> New York Dorong Teknologi Pemblokir Senjata pada Printer 3D

Goblok!' Wah, lagi main di tengah lapangan disorak-sorakin temen sendiri, kesebelasan sendiri," katanya.

Ia menilai kebiasaan terlalu cepat menyalahkan hasil kerja bangsa sendiri dapat menghambat kemajuan. Semangat mendukung pencapaian nasional harus lebih dikedepankan.

Prabowo juga menyinggung fenomena demonstrasi yang terjadi. Ia mengaku mengetahui pihak yang mendanai aksi tersebut dan mengingatkan agar seluruh elemen bangsa mengutamakan persatuan.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan solidaritas dan optimisme untuk bersaing dengan negara lain di bidang ekonomi, teknologi, dan pembangunan.

>>> Antonela Roccuzzo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-39 untuk Lionel Messi: 'Kami Punya Segalanya Karena Kamu'

"Jadi kayaknya kita tuh tidak bangga dengan apa yang dihasilkan oleh bangsa sendiri," pungkas Prabowo.