Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

Program tersebut menjadi strategi untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memperoleh hunian layak.

in1

>>> Mendagri Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo

Hal itu disampaikan Tito saat meninjau pelaksanaan BSPS di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Selasa (23/6).

Ia menekankan bahwa perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil terlihat dari meningkatnya cakupan program bedah rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

"Pak Presiden kita, Pak Prabowo Subianto sangat-sangat peduli dengan rakyat kecil.

Ini adalah contoh kecil dari kepedulian beliau, yang mungkin tidak banyak terbaca, [yaitu] program bedah rumah," kata Tito dalam rilis.

>>> BNPB: 1.349 Gempa Susulan dan 2.533 Rumah Rusak Pascagempa Sulteng

Menurut Tito, penyediaan rumah layak huni berkaitan erat dengan upaya menekan angka kemiskinan.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kunjungan tersebut, jumlah rumah tidak layak huni di Gorontalo masih cukup tinggi dan berkorelasi dengan tingkat kemiskinan daerah.

Banyak keluarga miskin menghadapi keterbatasan akses terhadap hunian layak. Karena itu, penyelesaian masalah perumahan akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain pembangunan rumah, pemerintah juga memperkuat kepastian hukum kepemilikan hunian melalui program sertifikasi tanah. Langkah ini dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga.

>>> Satgas PASTI OJK Tutup Universal Peak dan BAFI Group Indonesia

Dalam peninjauan tersebut, Mendagri juga berdialog dengan salah seorang penerima bantuan bedah rumah. Penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.