Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI membantah adanya pengkondisian pemerintah di balik demonstrasi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pelaksana Tugas (Plt.

in1

>>> Prabowo Cerita Temui Aburizal Bakrie Minta RI Tak Impor Beras Saat Panen

) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana menegaskan bahwa setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat, baik mendukung maupun mengkritik kebijakan pemerintah.

"Terkait dugaan ada pengkondisian dari pemerintah terhadap demo yang mendukung MBG, saya rasa itu tidak benar.

Posisi pemerintah adalah menghargai setiap pendapat dan suara masyarakat, baik yang pro maupun kontra," kata Kurnia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/6).

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki tata kelola Program MBG. Perbaikan dilakukan di semua lini oleh jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah aksi massa digelar di berbagai lokasi untuk menyatakan dukungan terhadap kelanjutan MBG.

>>> Jadwal Siaran Langsung Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026

Aksi ini merupakan respons atas demonstrasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang meminta evaluasi total program tersebut.

Sebelumnya, Wakil Kepala sekaligus Juru Bicara BGN Agustina Arumsari pada Kamis (18/6) menyatakan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak akan menerima insentif selama libur sekolah.

Distribusi MBG juga dihentikan sementara untuk mendukung penataan dan standardisasi tata kelola program.

Kebijakan itu berdampak pada efisiensi anggaran.

>>> Kandas di Kejagung, Sony Eks BGN Ajukan Permohonan JC ke LPSK

Dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi mencapai 27.820 unit dan asumsi penghentian insentif Rp6 juta per hari selama 18 hari libur, BGN memperkirakan efisiensi anggaran insentif mencapai sekitar Rp3 triliun.