Yellowstone, taman nasional paling terkenal di Amerika Serikat, berada di atas supervolcano yang kerap memicu kekhawatiran akan letusan dahsyat.

Namun, penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature pada 2025 mengungkapkan adanya 'tutup' alami yang menjaga raksasa ini tetap tenang.

in1

>>> Ilmuwan Ungkap Alasan Ilmiah di Balik Dengkuran Kucing, Bukan Sekadar Bahagia

Tutup di Kedalaman 2,4 Mil

Tim peneliti dari Rice University, University of New Mexico, University of Utah, dan University of Texas at Dallas berhasil memetakan bagian atas reservoir magma Yellowstone.

Mereka menemukan lapisan kaya gas pada kedalaman sekitar 3,8 kilometer (2,4 mil) di bawah kaldera timur laut.

Untuk mencapai temuan ini, tim menggunakan truk vibroseis seberat 53.000 pon yang mengirim getaran ke tanah, lalu merekam gema dengan lebih dari 600 sensor seismik.

Hasilnya adalah salah satu gambar paling jelas tentang struktur di bawah Yellowstone.

Cara Kerja Tutup Alami

Lapisan tersebut terdiri dari batuan cair yang bercampur gelembung air superkritis, dan yang terpenting, hanya sedikit berpori.

Alih-alih menahan tekanan hingga meledak, tutup ini justru membiarkan gas keluar secara perlahan dan stabil.

Gas-gas tersebut keluar melalui geyser, mata air panas, dan fumarol Yellowstone yang terkenal.

Para peneliti menyebutnya seperti napas stabil atau tutup yang mengeluarkan sedikit gas, sehingga tekanan bawah tanah tetap aman.

Dengan melepaskan tekanan secara terus-menerus, sistem ini membuat letusan dahsyat menjadi sangat kecil kemungkinannya dalam waktu dekat.

>>> Redmi K90 Ultra Ungguli Snapdragon 8 Elite Gen 5 dalam Performa Gaming

Masih Hidup, Namun Tenang

Meski melegakan, temuan ini bukanlah tanda bahwa Yellowstone sudah mati.