Hari 25 Jam Tidak Akan Terjadi dalam 200 Juta Tahun, Ini Alasannya
Sumber yang sama mengatakan hari Bumi saat ini memanjang sekitar 2,3 milidetik per abad, meskipun lajunya tidak sepenuhnya stabil.
Jadi kapan kita mendapatkan 25 jam? Tidak dalam waktu dekat.
Layanan CORDIS Komisi Eropa mencatat bahwa pengukuran historis menunjukkan pemanjangan rata-rata sekitar 1,8 milidetik per abad, dan hari 25 jam tidak akan tiba selama 2 juta abad lagi jika tren tidak berubah.
Itu kira-kira 200 juta tahun.
Bagaimana ilmuwan bisa tahu? Tidak ada yang bisa merasakan perubahan milidetik saat menuang kopi atau naik kereta.
Ilmuwan melihatnya dengan membandingkan perhitungan presisi dengan catatan panjang gerhana dan peristiwa astronomi lainnya.
CORDIS melaporkan bahwa peneliti menggunakan sekitar 3.000 tahun catatan langit, termasuk pengamatan dari 720 SM hingga 2015, untuk melacak bagaimana putaran Bumi telah berubah.
Pengaturan waktu modern menambah lapisan lain.
Institut Nasional Standar dan Teknologi (NIST) menjelaskan bahwa detik kabisat digunakan untuk menjaga Waktu Universal Terkoordinasi (UTC) selaras dengan waktu astronomi, karena rotasi Bumi tidak teratur dan secara bertahap melambat jika dirata-rata dalam interval panjang.
Sementara tarikan gravitasi Bulan bertindak sebagai rem jangka panjang pada putaran Bumi, perubahan iklim modern juga berkontribusi pada pemanjangan hari secara bertahap.
Layanan Sistem Referensi dan Rotasi Bumi Internasional mengatakan detik kabisat dirancang untuk menjaga UT1 dan UTC dalam jarak 0,9 detik satu sama lain.
>>> Demo Mahasiswa di Surabaya dan Makassar, Ini Tuntutan Massa
Itu mungkin terdengar seperti masalah hanya untuk penggila jam, tetapi tidak.
GPS, jaringan komunikasi, satelit, sistem keuangan, dan instrumen ilmiah semua bergantung pada ketepatan waktu yang sangat presisi sehingga goyangan dan perlambatan kecil Bumi menjadi penting.
Update Terbaru
21 Startup RI Bertemu Investor, ITB Dorong Hilirisasi Riset Jadi Bisnis
Kamis / 25-06-2026, 00:35 WIB
Pendapatan Pertamina Tembus Rp1.169 Triliun Sepanjang 2025
Kamis / 25-06-2026, 00:35 WIB
Trump Sebut Masyarakat Ditipu, Harga Bensin Tak Turun Sebanding Harga Minyak
Kamis / 25-06-2026, 00:35 WIB
Prabowo: Dukung Pemerintah Seperti Suporter Sepak Bola, Koreksi Setelah Selesai
Kamis / 25-06-2026, 00:35 WIB
BLTN Luncurkan Summaries, Fitur Briefing Tertarget untuk Aplikasi Intelijen
Kamis / 25-06-2026, 00:34 WIB
New York Dorong Teknologi Pemblokir Senjata pada Printer 3D
Kamis / 25-06-2026, 00:30 WIB
Antonela Roccuzzo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-39 untuk Lionel Messi: 'Kami Punya Segalanya Karena Kamu'
Kamis / 25-06-2026, 00:30 WIB
Bentrok Bersenjata di Muara Lakitan Akibat Sengketa Pengawalan Truk CPO
Kamis / 25-06-2026, 00:30 WIB
Panduan Akses 5 Skema Bansos 2026 untuk Lansia Pengganti Program Lama
Kamis / 25-06-2026, 00:09 WIB
Desainer Karakter Oshi no Ko Buat Ilustrasi Spesial Rayakan 1 Juta Pengikut di X
Kamis / 25-06-2026, 00:07 WIB
Pameran Perdana Re:ZERO Rilis Visual Baru Sambut 10 Tahun Anime
Kamis / 25-06-2026, 00:07 WIB
Ford Mustang 1966 Diubah Jadi Limusin Delapan Kursi dengan Pintu Belakang dari Pintu Depan
Kamis / 25-06-2026, 00:07 WIB
Tanggal Rilis Galaxy Z Fold 8, Fold 8 Ultra, dan Flip 8 Bocor
Kamis / 25-06-2026, 00:06 WIB
Bocoran Kotak Retail Galaxy A27 Ungkap Warna, Harga, dan Spesifikasi
Kamis / 25-06-2026, 00:05 WIB






