Norman Murray, salah satu astrofisikawan yang terkait dengan penelitian itu, membandingkan prosesnya dengan "mendorong anak di ayunan."

Ketika waktunya tepat, dorongan kecil dapat memiliki efek yang jauh lebih besar.

in1

Dalam kasus ini, waktunya melibatkan atmosfer Bumi, suhu, resonansi, serta tarikan dan dorongan Matahari dan Bulan.

Yang perlu diingat: judul "selamat tinggal pada hari 24 jam" tidak sepenuhnya salah, tetapi melewatkan bagian yang paling penting.

Bumi melambat, ya. Hari 25 jam diharapkan pada akhirnya, ya.

Tapi itu bukan perubahan jadwal yang akan datang, dan bukan ancaman jangka pendek bagi kalender, jam, atau kehidupan sehari-hari.

>>> Supergirl Tidak Memiliki Post-Credits Scene, Begini Penjelasannya

Berita sebenarnya lebih halus. Panjang hari dibentuk oleh pasang surut, Bulan, dan kini juga oleh iklim.