Iran menegaskan bahwa kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang merupakan "deklarasi kekalahan Amerika Serikat".

Pernyataan itu disampaikan kepala delegasi negosiator sekaligus ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Rabu (24/6).

in1

>>> PPATK Ungkap 5 Kecamatan di Jabodetabek dengan Pemain Judol Terbanyak

Ghalibaf merujuk pada Memorandum Saling Pengertian (MoU) Islamabad yang difinalisasi melalui mediasi Pakistan. Menurutnya, kesepakatan itu bukan hasil tekanan, melainkan buah dari keteguhan bangsa Iran.

Keamanan Kawasan Harus Dijamin Negara Sendiri

Ghalibaf juga menegaskan bahwa keamanan Timur Tengah harus dijamin oleh negara-negara di kawasan itu sendiri, bukan bergantung pada pihak luar.

Pernyataan itu menyindir negara-negara Arab yang masih menampung pangkalan militer AS.

>>> Peserta Latihan Dasar Militer Kampung Nelayan di Jakarta Meninggal

Selama perang AS-Iran, Teheran melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di negara-negara tersebut, yang memperluas konflik.

Ghalibaf menyampaikan pesan kepada negara tetangga Iran bahwa menjalin hubungan lebih erat dengan Teheran lebih menguntungkan dibandingkan dengan Barat.

"Kami melihat masa depan kawasan dalam interaksi, bukan konfrontasi," ujarnya.

>>> JPMorgan Chase Pecat Eksekutif Senior yang Curi Tempat Sampah saat Parade Knicks

Ia juga menekankan bahwa perdamaian di Lebanon merupakan pilar utama kesepakatan permanen dengan AS. "Gencatan senjata di Lebanon sama pentingnya dengan gencatan senjata di Iran," kata Ghalibaf.