Salju di Pegunungan Andes bukan sekadar pemandangan indah.

Bagi pengemudi kargo, operator tur, eksportir, dan kota perbatasan, salju bisa menentukan apakah rute terbuka, tertunda, atau tidak bisa dilalui sama sekali.

in1

>>> Cara Mendapatkan Bantuan Beras Gratis dari Program Stimulus Ekonomi Pemerintah Tahun 2026

Oleh karena itu, rencana pembangunan Terowongan Agua Negra kembali menarik perhatian.

Proyek ini akan menghubungkan Provinsi San Juan di Argentina dengan Wilayah Coquimbo di Chile melalui koridor pegunungan tinggi yang dapat beroperasi sepanjang tahun.

Terowongan ini menggantikan jalur musiman yang ada dengan rute yang lebih aman dan dapat diprediksi.

Rencananya, terowongan ini memiliki panjang 8,7 mil (sekitar 14 km) dan berada di ketinggian lebih dari 13.000 kaki di atas permukaan laut.

Jalur Musiman yang Sering Lumpuh

Jalur Agua Negra yang ada saat ini hanya bisa digunakan saat musim panas. Salju dan kondisi pegunungan yang keras sering menghalangi jalur ini di musim dingin.

Ketika itu terjadi, kargo harus dialihkan ke penyeberangan lain yang mungkin lebih jauh, lebih padat, dan lebih mahal bagi rantai pasok regional.

Sebuah jalur permanen tidak akan membuat Pegunungan Andes lenyap, tetapi dapat membuat perdagangan lintas batas tidak terlalu bergantung pada kalender.

Pemerintah Coquimbo menyebut terowongan ini sebagai cara untuk mencapai koneksi yang lebih efisien, aman, dan permanen antara kedua negara.

Pejabat regional juga menghubungkan konektivitas perbatasan yang modern dengan biaya logistik yang lebih rendah dan koridor binasional yang lebih kuat.

Proyek yang Lebih Kompleks dari Satu Terowongan

Secara populer proyek ini disebut terowongan sepanjang 9 mil, tetapi rencana resminya lebih kompleks.