Airbus mengumumkan inspeksi terhadap 16 pesawat superjumbo A380 setelah retakan ditemukan pada komponen penting sayap di lima pesawat yang dioperasikan Emirates dan Qantas.

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) memerintahkan inspeksi mendesak yang mewajibkan maskapai memeriksa struktur wing spar atau balok utama sayap pada pesawat terdampak.

in1

>>> 7 Ciri Pasangan Posesif yang Sering Dianggap Tanda Sayang

Melalui pernyataan pada Selasa (23/6), Airbus menyebut perintah inspeksi mendadak itu dikeluarkan setelah retakan ditemukan saat pemeriksaan perawatan rutin.

Retakan tersebut ditemukan pada balok struktural yang membentang sepanjang sayap dan berfungsi menahan sebagian besar beban aerodinamis yang diterima pesawat saat terbang.

Dari total 16 pesawat yang harus diperiksa, 15 di antaranya dioperasikan oleh Emirates dan satu pesawat oleh Qantas.

Lima pesawat yang diwajibkan menjalani inspeksi segera seluruhnya milik Emirates.

Proses pemeriksaan dijadwalkan dimulai paling cepat pada Rabu (24/6).

Emirates merupakan operator A380 terbesar di dunia dengan armada mencakup lebih dari separuh seluruh A380 yang masih aktif beroperasi.

Airbus sendiri menghentikan produksi pesawat tersebut pada 2021.

"Inspeksi akan dimulai dalam 48 jam ke depan dan seluruh pekerjaan yang diperlukan akan diselesaikan sebelum pesawat kembali beroperasi," kata Emirates pada Rabu.

Maskapai itu menambahkan pihaknya akan bekerja sama secara erat dengan Airbus dan otoritas terkait untuk meminimalkan gangguan terhadap jadwal penerbangan.

>>> Kemensos dan TNI Godok Skema Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Rakyat

Menurut Airbus, retakan yang ditemukan berpotensi mengurangi integritas struktural sayap pesawat. Temuan tersebut muncul dalam inspeksi yang diperintahkan EASA melalui arahan keselamatan yang diterbitkan pada Desember 2025.

Airbus menyatakan seluruh pesawat A380 yang memiliki riwayat produksi serupa telah diidentifikasi, dan lima pesawat akan menjalani inspeksi segera.