Presiden Emirates Tim Clark menegaskan kesiapan maskapainya untuk segera pulih dari krisis operasional penerbangan di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan di Berlin pada Selasa, 9 Juni 2026, seperti dilansir dari Bloomberg.

>>> Kenaikan BI Rate Diprediksi Tekan Daya Beli Rumah Kelas Menengah

Clark mengatakan pihaknya tidak berniat mengurangi atau memangkas operasional. Ia merespons situasi sulit pascapenutupan wilayah udara dan kerusakan infrastruktur akibat puing-puing drone.

Gangguan berpekan-pekan itu sempat dimanfaatkan maskapai Eropa seperti Deutsche Lufthansa AG untuk memperbesar kapasitas penerbangan ke Asia. Clark menyayangkan sikap tersebut.

"Agak menyedihkan," kata Clark. Menurutnya, para pesaing itu sebelumnya gagal merumuskan respons terhadap pertumbuhan maskapai baru selama beberapa dekade.

"Pesan saya kepada mereka semua, hati-hati dengan apa yang Anda inginkan, kami akan bangkit kembali dengan sangat cepat dan tegas," ujar Clark.

Tuntut Akses Pasar Baru

Selain pemulihan operasional, Clark juga menuntut akses bebas ke lebih banyak pasar baru. Emirates saat ini mengupayakan slot penerbangan tambahan ke Berlin, Jerman.

>>> PT Pradiksi Gunatama Tbk Targetkan Omset Rp973 Miliar pada 2026

Otoritas Jerman sejauh ini menolak permintaan tersebut karena Emirates telah memiliki empat slot ke kota lain di Jerman.

Namun, Clark menegaskan kontribusi ekonomi besar yang telah diberikan maskapai melalui investasi pesawat dan penggunaan pemasok lokal.

"Kami telah membawa kekayaan ekonomi yang sangat besar ke Jerman hanya karena apa yang telah kami beli," kata Clark.

Ia mengklaim memiliki landasan argumen kuat untuk diizinkan terbang ke Berlin.

Investasi pada armada pesawat yang sebagian komponennya diproduksi di Jerman menjadi poin utama dalam negosiasi akses pasar tersebut.

>>> Studi Ungkap Alasan Orang Cerdas Lebih Suka Menyendiri

"Kami memiliki alasan yang sangat kuat untuk diizinkan pergi ke Berlin," tegas Clark.