Trump Dekati Keputusan Serangan Besar ke Iran, Timur Tengah Makin Panas
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya semakin dekat untuk mengambil keputusan mengenai serangan militer besar-besaran terhadap Iran.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir.
>>> PTBA Pasok 7,78 Juta Ton Batu Bara ke PLN pada Semester I 2026
"Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran. Lebih besar dari sebelumnya.
Saya dekat untuk mengambil keputusan. Kami sudah siap untuk itu," ujar Trump.
Meski masih dalam tahap pertimbangan, Trump menegaskan militer AS telah siap jika operasi benar-benar dijalankan.
Imbauan bagi Warga AS di Timur Tengah
Kementerian Luar Negeri AS mengimbau seluruh warga negaranya di Timur Tengah untuk bersiap menghadapi kemungkinan gangguan perjalanan udara.
Pemerintah AS memperingatkan potensi pembatalan penerbangan akibat situasi keamanan yang memburuk.
Pernyataan Trump muncul di hari yang sama ketika kelompok Houthi menyerang dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah.
Kelompok yang didukung Iran itu mengklaim serangan dilakukan karena kedua kapal dianggap melanggar blokade yang mereka tetapkan.
>>> Purbaya Kaji Sumber Pendanaan Universitas Republik Indonesia, Pakai APBN?
Dalam pernyataan melalui Telegram, Houthi menyebut dua kapal yang menjadi sasaran adalah Encelia dan Layla.
Pemerintah Arab Saudi melaporkan salah satu kapal mengalami kebakaran, meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Dampak serangan itu mulai terasa pada jalur perdagangan internasional. Data pelayaran menunjukkan sedikitnya sembilan kapal tanker mengubah rute setelah Houthi mengumumkan blokade di Selat Bab el-Mandeb.
Sebelumnya, Houthi menyatakan telah menutup Selat Bab el-Mandeb bagi kapal yang memiliki keterkaitan dengan Arab Saudi.
Langkah tersebut disebut sebagai balasan atas blokade Riyadh terhadap Yaman dan serangan ke Bandara Internasional Sanaa.
Akibat situasi tersebut, sejumlah kapal kini harus memutar melalui Tanjung Harapan. Perubahan rute itu menambah waktu pelayaran antara Asia dan Eropa hingga dua sampai tiga minggu.
>>> Qualcomm Dikabarkan Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Lebih Terjangkau
Padahal, Selat Bab el-Mandeb selama ini menjadi jalur penting yang dilalui sekitar 12 persen perdagangan dunia dan seperempat lalu lintas kontainer global.
Update Terbaru
Maarten Paes Jadi Aktor Kunci Ajax saat Hajar Vojvodina di Conference League
Jumat / 24-07-2026, 15:50 WIB
Dump Truk Tabrak Rambu Penunjuk Jalan di Tol Cijago hingga Roboh
Jumat / 24-07-2026, 15:50 WIB
Menko AHY Dorong Dekarbonisasi Transportasi demi Kemandirian Energi
Jumat / 24-07-2026, 15:50 WIB
Wakapolri Pimpin Pemeriksaan Penampilan 404 Calon Taruna Akpol 2026
Jumat / 24-07-2026, 15:50 WIB
Status Halal Warung Bakmi Legendaris Bandung Dipertanyakan
Jumat / 24-07-2026, 15:50 WIB
Mengenal Kuota Rollover yang Bikin Sisa Kuota Internet Tak Hangus
Jumat / 24-07-2026, 15:50 WIB
Kapolda Jabar Sambut Baik Sayembara Tangkap Begal dari KDM
Jumat / 24-07-2026, 15:49 WIB
Media AS: 12 Tentara Amerika Luka Parah Akibat Gempuran Iran
Jumat / 24-07-2026, 15:49 WIB
Benarkah Pakai Nitrogen Membuat Tekanan Udara Ban Lebih Awet?
Jumat / 24-07-2026, 15:49 WIB
Messi Tunda Pensiun dari Argentina, Bakal Ada Laga Perpisahan
Jumat / 24-07-2026, 15:49 WIB
PAS Sky Shop, Pertamina Bawa Produk UMKM Terbang Bersama Pelita Air
Jumat / 24-07-2026, 15:45 WIB
Setelah 22 Tahun, Sandara Park Akhirnya Berkarya dengan Musik Sendiri
Jumat / 24-07-2026, 15:45 WIB
EMC Restomod G-Wagen Oranye: Tampak Klasik, Mesin Modern
Jumat / 24-07-2026, 15:45 WIB
Bank Mandiri Raup Laba Rp30,4 Triliun per Juni 2026, Naik 24,4 Persen
Jumat / 24-07-2026, 15:45 WIB







