Pemilik mobil listrik maupun hybrid kerap mengeluhkan penurunan jarak tempuh setelah beberapa tahun pemakaian. Masalah ini terjadi meski baterai masih bisa diisi penuh dan tidak menunjukkan kerusakan berarti.

Penurunan performa tersebut tidak selalu berarti baterai harus diganti. Kemampuan baterai yang berkurang masih bisa diperbaiki melalui prosedur balancing.

>>> Antam Gelar RUPST, Bahas Penggunaan Laba Bersih 2025

Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, menjelaskan balancing adalah proses menyamakan tegangan atau voltase pada setiap sel baterai.

Langkah ini bertujuan mengembalikan kinerja baterai secara optimal.

Voltase setiap sel baterai bisa berbeda seiring pemakaian. Ketidakseimbangan ini membuat kinerja paket baterai secara keseluruhan tidak maksimal.

"Balancing itu menyamakan isi atau voltase setiap sel baterai biar menjadi sama.

Misal ada 3 sel baterai dengan volt yang berbeda, nanti volt yang tinggi akan berkurang untuk mengisi volt yang rendah sampai hampir sama," kata Yogig.

Efisiensi sistem baterai akan meningkat setelah voltase disetarakan. Kondisi seimbang ini berpotensi mendongkrak performa kendaraan dan memperpanjang jarak tempuh.

Pendeteksian Kerusakan Sel Baterai

Penurunan jarak tempuh dalam sekali pengisian daya menjadi indikator utama yang bisa dirasakan pemilik. Karakteristik ini muncul bertahap seiring durasi pemakaian baterai.

Sebagai gambaran, kendaraan yang awalnya mampu melaju hingga 300 kilometer saat baru bisa mengalami penurunan setelah satu hingga dua tahun.

>>> Pertemuan Venus dan Jupiter di Cancer Bawa Keberuntungan untuk Lima Zodiak

Balancing bisa menjadi solusi jika penurunan masih di kisaran 30 persen.

"Tapi kalau misal ngerasanya berkurangnya 30 persen-an itu, mungkin bisa ketolong sama balancing dulu," kata Yogig.

Kondisi berbeda terjadi jika penurunan performa sudah mendekati 50 persen. Kerusakan pada salah satu atau beberapa sel baterai menjadi penyebab utama penurunan drastis tersebut.