Umat Islam sangat dianjurkan untuk meningkatkan intensitas ibadah puasa sunah saat menyambut kedatangan bulan Muharam.

Mengisi bulan mulia ini dengan berpuasa menjadi salah satu langkah terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

>>> Cosmo Amaroossa Jakarta Hadirkan Promo Family Getaway Sambut HUT ke-499 Jakarta

Puasa Tasua dan Asyura menjadi dua momen yang paling istimewa di antara sekian banyak hari utama di bulan Muharam.

Kedua ibadah tersebut menjanjikan pahala yang sangat besar bagi setiap muslim yang mengerjakannya.

Niat Puasa Tasua dan Asyura

Pelaksanaan kedua puasa sunah ini memerlukan niat yang tulus sebagai bagian dari rukun ibadah.

Keberadaan niat yang mantap di dalam hati menjadi penentu sah atau tidaknya puasa yang dijalani seseorang.

Secara fikih, niat berfungsi menegaskan maksud ibadah sekaligus menentukan jenis puasa yang sedang dikerjakan. Oleh karena itu, umat Islam penting memahami esensi dan cara melafalkan niat dengan benar.

Para ulama memberikan kelonggaran terkait waktu pelafalan niat untuk puasa sunah di bulan Muharam ini.

Kemudahan tersebut menjadi kesempatan emas bagi umat Islam agar tidak melewatkan keutamaan luar biasa di dalamnya.

Puasa Tasua merupakan ibadah puasa sunah yang dilaksanakan pada hari kesembilan di bulan Muharam.

Rasulullah SAW menganjurkan puasa ini secara khusus sebagai pembeda agar tata cara ibadah umat Islam tidak menyerupai kaum Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharam.

Sementara itu, puasa Asyura merupakan puasa sunah yang dikerjakan pada hari kesepuluh di bulan Muharam.

Puasa ini bermula dari wujud rasa syukur Nabi Musa AS setelah diselamatkan oleh Allah SWT dari kejaran Firaun, yang kemudian dilanjutkan dan diperintahkan oleh Rasulullah SAW kepada umat Islam.