Apple Music dikabarkan tengah menyiapkan opsi layanan gratis yang didukung iklan atau paket berlangganan dengan biaya lebih murah.

Kabar ini terendus setelah ditemukannya baris kode mencurigakan dalam pembaruan aplikasi versi Beta.

>>> Dinas Pendidikan Sumut Buka Pendaftaran SPMB SMA dan SMK Secara Online

Perubahan model bisnis ini diduga sebagai strategi untuk mengejar ketertinggalan pangsa pasar dari Spotify.

Selama lebih dari satu dekade, Apple Music dikenal sangat eksklusif dan tidak menyediakan layanan gratis.

Sejak diluncurkan pada 2015, pengguna diwajibkan membayar untuk menikmati jutaan lagu di dalamnya.

Namun, kebijakan tersebut kini mulai goyah.

Kode Mencurigakan Terdeteksi

Sinyal perubahan ini pertama kali diendus oleh Aaron Perris, analis dari MacRumors.

Ia mendapati baris kode tidak normal dalam pembaruan Apple Music versi Beta.

>>> Zelensky Ajak Putin Bertemu Langsung untuk Akhiri Perang Ukraina

Dalam kode tersebut, terdapat pesan peringatan seperti "premium access required" dan "can’t skip any more tracks".

Kombinasi kedua pesan ini memicu dugaan bahwa Apple tengah merancang ruang khusus bagi pengguna non-berlangganan.

Alternatif lainnya, Apple mungkin meluncurkan paket dengan harga jauh lebih murah daripada paket standar saat ini.

Menariknya, kode ini ditemukan pada aplikasi Apple Music versi Android.

Pakar meyakini jika fitur ini dirilis, akan digelontorkan serentak untuk iOS dan Android.

Saat ini, Apple Music memiliki lebih dari 94 juta pelanggan berbayar global, menjadikannya layanan streaming musik terbesar kedua setelah Spotify.

>>> FIFA Larang Vuvuzela dan Alat Bising di Piala Dunia 2026

Di Indonesia, Apple Music mencatat pangsa pasar sekitar 17,8% di kalangan pendengar usia muda dan milenial pada 2025.