FIFA secara resmi melarang penggunaan vuvuzela dan instrumen pembuat suara bising lainnya di seluruh stadion Piala Dunia 2026.

Kebijakan ini berlaku di 16 lokasi pertandingan yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

>>> Premi Asuransi Jiwa Tradisional Kuartal I-2026 Turun 2,9 Persen

Aturan tersebut tercantum dalam kode etik stadion yang dirilis oleh federasi sepak bola tertinggi dunia.

Vuvuzela adalah terompet plastik panjang yang identik dengan kultur sepak bola Afrika Selatan dan sempat menjadi fenomena global saat Piala Dunia 2010.

Meskipun menambah kemeriahan, vuvuzela sering dikritik karena suara monoton yang dihasilkan, mirip dengungan kawanan lebah.

Larangan FIFA tidak hanya pada vuvuzela, tetapi juga peluit, terompet udara, dan alat bising lainnya.

Perangkat elektronik seperti laser pointer juga dilarang karena dapat mengganggu konsentrasi pemain.

>>> Harga Bitcoin dan Kripto Kompak Melemah pada 5 Juni 2026

Ketentuan Pakaian dan Botol Minum

Aturan juga mengatur standar perilaku dan etika berbusana suporter.

Penggunaan cat tubuh atau tato tidak dianggap sebagai pakaian, sehingga penonton dilarang membuka pakaian di area stadion.

Botol minum yang dapat digunakan kembali juga dilarang demi faktor keamanan.

Pelanggar aturan terancam diusir atau ditolak masuk stadion.

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dengan 48 tim nasional, meningkat dari 32 peserta sebelumnya.

>>> Bill Gates Akui Perselingkuhan Masa Lalu di Depan Kekasih Baru Paula Hurd

Turnamen tiga negara ini berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan laga pembuka Meksiko melawan Afrika Selatan.