Enam wakil Asia menorehkan catatan impresif tanpa kekalahan pada laga perdana babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 hingga Selasa (16/6/2026).

Korea Selatan mengalahkan Republik Ceko 2-1, sementara Australia menang 2-0 atas Turki.

>>> Cara Cek Bansos Kemensos Juni 2026 Online Lewat NIK KTP

Jepang menahan imbang Belanda 2-2, Qatar seri 1-1 dengan Swiss, Arab Saudi imbang 1-1 melawan Uruguay, dan Iran berbagi skor 2-2 dengan Selandia Baru.

Pengamat sepak bola nasional Divaldo Alves menilai peningkatan kualitas tim Asia terjadi karena banyak pemain yang bermain di Eropa dan pelatih asal Eropa yang mengubah kultur sepak bola di Asia.

"Itu semua karena pemain-pemain Asia ada beberapa yang sudah main di Eropa, ada beberapa yang sudah punya pengalaman berbeda.

Terus kalau kita lihat di Asia, pelatih-pelatih banyak yang dari Eropa," ujar Divaldo.

Kehadiran pelatih Eropa mengubah pendekatan taktis tim Asia. Mereka kini lebih disiplin dalam organisasi permainan dan tidak mudah kehilangan fokus.

"Otomatis dia budaya sepak bola di mana-mana enggak jauh beda.

Tapi kalau saya lihat tim Asia biasanya lebih defensif, lebih careful, lebih aware, lebih tunggu kesempatan daripada beberapa tim yang langsung mau serang," lanjut Divaldo.

Strategi menunggu momentum menjadi kunci meredam agresivitas lawan. Pendekatan ini membedakan tim Asia dari tim yang cenderung menyerang terus-menerus.

>>> Presiden FIFA Gianni Infantino Gunakan Jet Pribadi Selama Piala Dunia 2026

"Ya, kita lihat contoh tentang Spanyol kemarin dengan Tanjung Verde. Spanyol mau attacking all the moment, semua momentum mau menyerang, menyerang, menyerang.

Terus Tanjung Verde tunggu di belakang saja," ulas Divaldo.