Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa prosedur yang dijalani skuad Timnas Iran selama Piala Dunia 2026 sudah sesuai dengan rencana awal.

Pernyataan ini merespons keluhan perlakuan yang disampaikan tim Iran setelah pertandingan pertama mereka.

in1

>>> Cara Cek Penerima BPNT Juni 2026 Online via HP

Direktur Eksekutif Satuan Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, memberikan konfirmasi resmi mengenai kebijakan ketat yang diterapkan terhadap rombongan Iran.

"Kami sudah menjelaskan bahwa memang seperti itulah prosesnya," kata Giuliani.

Pernyataan ini muncul setelah pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyatakan kekecewaannya karena timnya diwajibkan segera meninggalkan AS menuju Meksiko beberapa jam setelah laga imbang 2-2 melawan Selandia Baru.

Giuliani merinci pembatasan durasi tinggal bagi delegasi Iran untuk setiap rangkaian pertandingan di wilayah AS.

"Tim akan diizinkan masuk satu hari sebelum pertandingan. Mereka kemudian diminta meninggalkan negara ini pada hari pertandingan selesai, yakni pada malam setelah laga berakhir.

Prosedur yang sama juga akan berlaku saat mereka bermain di Los Angeles maupun Seattle," ungkap Giuliani.

>>> Google Resmi Luncurkan Android 17 dengan Fitur Keamanan dan Produktivitas Baru

Terkait penolakan izin masuk bagi sejumlah staf pendukung, Giuliani mengaitkannya dengan kebijakan luar negeri yang ditetapkan oleh otoritas diplomatik tertinggi AS.

"Menteri Rubio sudah menyampaikan dengan sangat jelas.

Siapa pun yang memiliki hubungan langsung dengan IRGC tidak akan masuk ke Amerika Serikat, dan mereka tidak akan menjadikan Piala Dunia sebagai alasan untuk bisa masuk," kata Giuliani.

Pemerintah setempat memastikan kebijakan ini bersifat mutlak bagi seluruh anggota delegasi yang terindikasi memiliki afiliasi tersebut.

Kondisi eksternal, termasuk konflik bersenjata sejak akhir Februari, ikut memengaruhi dinamika tim. Kapten Iran, Mehdi Taremi, sempat mengeluhkan panjangnya durasi pemeriksaan keamanan di perbatasan Tijuana.

>>> Lionel Messi Puncaki Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026

"Karena itu, saya rasa alasan di balik kebijakan tersebut sudah sangat jelas," tambah Taremi.