Presiden FIFA Gianni Infantino memanfaatkan jet pribadi dari Qatar Airways untuk mengejar ambisi menonton dua pertandingan sehari selama Piala Dunia 2026.

Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sejak Kamis (11/6/2026) ini menuntut mobilitas tinggi karena jarak antarstadion mencapai 4.500 kilometer.

>>> Messi Cetak Hat-trick di Penampilan ke-200, Argentina Bungkam Aljazair

Dilansir dari The Guardian dan The Telegraph, langkah Infantino memicu sorotan tajam karena sangat kontras dengan kesulitan finansial dan birokrasi yang dihadapi suporter serta tim nasional peserta.

Infantino dilaporkan telah melintasi benua beberapa kali untuk mendatangi laga di Mexico City, Guadalajara, Los Angeles, San Francisco, Vancouver, hingga Miami.

Biaya jet pribadi diperkirakan mencapai 400 ribu hingga 800 ribu euro.

Sebagai perbandingan, laporan FIFA mencatat gaji tahunan total Infantino mencapai 2,44 juta euro, ditambah bonus kinerja tahun 2025 sebesar 1,8 juta euro.

Sementara itu, rata-rata harga tiket suporter mencapai 1.603 dolar AS dengan total biaya pendukung bisa melebihi 60.000 dolar AS.

>>> Ibrahim Assuaibi Prediksi Harga Emas Antam Naik ke Rp2,74 Juta per Gram

Perjalanan mewah yang dikawal konvoi polisi ini terjadi di tengah masalah visa tim nasional Iran, penundaan jadwal tim Uruguay, serta kritik dari Amnesty International terkait risiko pelanggaran HAM dan militerisasi keamanan di kota-kota tuan rumah.

Menanggapi gelombang kritik, Infantino memberikan pembelaan atas tindakan dan kebijakan organisasinya.

"Terkadang bersantai itu baik. Kami berusaha menyelesaikan semua masalah.

Terkadang, berteriak dan mengancam justru menimbulkan efek sebaliknya," kata Gianni Infantino.

>>> Messi Cetak Hattrick dan Samai Rekor Gol Piala Dunia

Hingga saat ini, tantangan geografis Piala Dunia 2026 yang mencakup empat zona waktu menempatkan Infantino sebagai figur yang diprediksi menempuh rute perjalanan paling jauh sepanjang turnamen.