Menteri Perdagangan Ubah Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA Strategis
Kementerian Perdagangan menerbitkan regulasi baru yang merombak sistem pengelolaan ekspor komoditas sumber daya alam strategis nasional.
Kebijakan ini mengubah skema pengiriman komoditas tertentu ke luar negeri dari yang semula dilakukan mandiri oleh pengusaha menjadi terpusat melalui Badan Usaha Milik Negara.
>>> Xiaomi Buka Blind Pre Order Redmi K90 Ultra, HP Gaming dengan Snapdragon 8 Elite
Regulasi baru tersebut mencakup tiga Peraturan Menteri Perdagangan, yakni Permendag Nomor 15, Nomor 16, dan Nomor 17 Tahun 2026.
Ketiga aturan ini mengatur ekspor komoditas batu bara, kelapa sawit, serta paduan besi, dan menjadi turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026.
Untuk menjalankan mandat tersebut, pemerintah menunjuk PT Danantara Sarana Indonesia sebagai BUMN Ekspor resmi.
Langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan serta menjaga keseimbangan antara pasokan domestik dan pasar internasional.
Pemerintah menetapkan kriteria khusus mengenai komoditas sumber daya alam yang masuk dalam kategori strategis nasional.
"Komoditas SDA Strategis adalah komoditas sumber daya alam yang ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan kepentingan nasional, stabilitas ekonomi, kebutuhan dalam negeri, dan/atau pengelolaan sumber daya alam strategis nasional," ujar Busan dalam aturan tersebut, dikutip Rabu (17/6/2026).
Pada sektor kelapa sawit, aturan ini mengikat berbagai jenis produk turunan secara menyeluruh.
Cakupannya meliputi crude palm oil, refined bleached deodorized palm oil, refined bleached deodorized palm olein, minyak jelantah, hingga residu sawit.
Mekanisme Pengurusan Dokumen dan Sektor Paduan Besi
Melalui aturan baru ini, para pelaku usaha kelapa sawit tidak diperbolehkan lagi mengirimkan produk mereka secara langsung ke luar negeri.
Proses administrasi dan pengapalan dialihkan sepenuhnya melalui BUMN Ekspor yang ditunjuk.
Update Terbaru
Ford Beri Sinyal Resmi untuk Pickup Listrik Rp480 Jutaan
Rabu / 17-06-2026, 16:21 WIB
Qualcomm Luncurkan Snapdragon Reality Elite untuk Kacamata Pintar
Rabu / 17-06-2026, 16:21 WIB
Indonesia Harus Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis Demi Ekonomi Hijau
Rabu / 17-06-2026, 16:21 WIB
Indonesia Harus Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis Demi Ekonomi Hijau
Rabu / 17-06-2026, 16:20 WIB
Minat Menabung Masyarakat Meningkat, Didorong Optimisme Ekonomi
Rabu / 17-06-2026, 16:20 WIB
DJI Osmo Pocket 4P: Sensor 1 Inci untuk Video Minim Cahaya
Rabu / 17-06-2026, 16:19 WIB
Maxence Lacroix Janjikan Traktiran Pizza untuk Warga Ajat Selama Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:19 WIB
Amir Ghalenoei Kecam Perlakuan Diskriminatif AS Terhadap Timnas Iran
Rabu / 17-06-2026, 16:17 WIB
Madura United Pertahankan Tiga Gelandang, Lepas Sembilan Pemain
Rabu / 17-06-2026, 16:17 WIB
Android 17 Stable Resmi Dirilis, Ini Deretan Fitur Barunya
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
Menkeu Purbaya Temui Menkeu China Bahas Penerbitan Panda Bond
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
IHSG 17 Juni 2026 Ditutup Melemah ke 6.220, Sektor Perindustrian Tertekan
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
Snapdragon Reality Elite: Chip Kacamata Pintar dengan Performa GPU 60% Lebih Tinggi
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
Kesepakatan Damai AS-Iran Turunkan Premi Risiko Geopolitik
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB






