Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menandatangani Nota Kesepahaman Islamabad (Islamabad MoU) pada Kamis. Dokumen itu telah disepakati oleh Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang.

Pakistan berperan sebagai mediator utama antara AS dan Iran.

>>> Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027

Negara itu sebelumnya memfasilitasi gencatan senjata pada 8 April lalu dan menjadi tuan rumah perundingan tingkat tinggi antara kedua negara pada 12-13 April.

Pertemuan di Islamabad merupakan kontak tingkat tinggi pertama antara AS dan Iran sejak kedua negara memutuskan hubungan diplomatik pada 1979.

Menurut pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Pakistan, Sharif menandatangani MoU tersebut dalam kapasitasnya sebagai mediator.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian lebih dulu menandatanganinya secara elektronik pada Rabu malam (17/6).

>>> PKP Siapkan Rp2,2 Triliun untuk Hunian Tetap Pasca Bencana Sumatera

Pada Kamis pagi, Sharif mengumumkan MoU Islamabad itu mulai berlaku efektif segera setelah ditandatangani.

Dalam pernyataan di media sosial X, ia mengatakan nota kesepahaman telah ditandatangani secara elektronik oleh presiden kedua negara dan disahkan oleh Pakistan sebagai mediator.

Berdasarkan ketentuan memorandum, Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz yang bernilai strategis bagi perdagangan global. Sementara itu, Amerika Serikat akan mencabut blokade angkatan lautnya.

Iran menutup Selat Hormuz tak lama setelah AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari lalu.

>>> Mentan Lapor Prabowo: Cadangan Beras Nasional Cukup untuk 10 Bulan

Pada 13 April, pasukan AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, sehingga lalu lintas kapal dagang melalui jalur perairan vital itu menjadi sangat sulit.