Mentan Lapor Prabowo: Cadangan Beras Nasional Cukup untuk 10 Bulan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa cadangan beras nasional dalam kondisi aman.
Stok yang ada diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan ke depan.
>>> Portugal Ditahan Imbang Kongo, Ronaldo Tanpa Tembakan ke Gawang
Pernyataan itu disampaikan Amran usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.
Ia merinci stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton.
Selain itu, terdapat potensi produksi dari padi yang masih tumbuh atau standing crop diperkirakan mencapai 10-11 juta ton.
Ketersediaan beras di rumah tangga, hotel, dan restoran juga diperkirakan sekitar 12,5 juta ton.
"Artinya dengan cadangan ini, tiga-tiganya itu bisa 10-11 bulan ke depan.
Kalau anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai dengan April, Juli sampai April itu 10 bulan ke depan.
Itu cukup, sedangkan bulan Maret itu sudah panen puncak," kata Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional.
>>> FAM Putus Kontrak Peter Cklamovski, Timnas Malaysia Tanpa Pelatih Jelang Piala AFF 2026
Amran menambahkan kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino Godzilla. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga produksi pangan.
Langkah mitigasi itu antara lain pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, serta program cetak sawah baru.
Melalui optimalisasi lahan, lahan rawa yang sebelumnya hanya dapat dipanen satu kali diupayakan bisa menghasilkan panen hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.
"Insya Allah itu bisa kita mitigasi risikonya.
Kita sudah membangun embung, kemudian irigasi pompa, kemudian sumur dalam, kemudian pompanisasi, opla atau optimalisasi lahan, yaitu lahan rawa yang biasanya panen satu kali jadi dua kali dan tiga kali.
Kemudian cetak sawah kita lanjutkan. Ini semua bisa memitigasi risiko.
>>> Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Berlaku Nasional Mulai 1 Juli 2026
Sekali lagi, Insya Allah untuk pangan aman," kata dia.
Update Terbaru
Polisi Selidiki Pasangan yang Diduga Berhubungan Intim di Bianglala Konser Guns N' Roses
Kamis / 18-06-2026, 18:12 WIB
Infiniti Land dan UI Jalin Kerja Sama Riset Perumahan Berkelanjutan
Kamis / 18-06-2026, 18:11 WIB
Komisi III DPR Minta Polisi Tetapkan Komisaris Hanania Travel sebagai Tersangka
Kamis / 18-06-2026, 18:10 WIB
Mentan: Indonesia Swasembada Pangan Sesuai Standar FAO
Kamis / 18-06-2026, 18:10 WIB
Sekuriti Mal di Tambora Curi Sembako Rp70 Juta untuk Judi Online
Kamis / 18-06-2026, 18:10 WIB
5 Efek Samping Diet Tanpa Olahraga yang Perlu Diwaspadai
Kamis / 18-06-2026, 18:10 WIB
BI Perpanjang Keringanan Kartu Kredit hingga Desember 2026
Kamis / 18-06-2026, 18:10 WIB
Kritik Perut Buncit Saat Fan Meeting, Hyeri Janji Turunkan Berat Badan
Kamis / 18-06-2026, 18:10 WIB
IHSG Jatuh ke Level 6.172 Dipicu Aksi Jual Asing dan Kenaikan BI Rate
Kamis / 18-06-2026, 18:10 WIB
Wapres Ajak Mahasiswa Lihat Langsung Manfaat MBG di Wilayah 3T
Kamis / 18-06-2026, 18:09 WIB
Perbanas Dorong Revitalisasi Model Bisnis UMKM untuk Tingkatkan Kredit
Kamis / 18-06-2026, 18:09 WIB
Dishub DKI Sediakan 8 Kantong Parkir untuk Haul Akbar Ulama Betawi di Monas
Kamis / 18-06-2026, 18:08 WIB
Profil Hotel Sultan, Hotel Berusia Hampir 50 Tahun di Jakarta yang Kini Dieksekusi
Kamis / 18-06-2026, 18:08 WIB






