Universitas Airlangga (Unair) berhasil menempati peringkat 276 dunia dalam pemeringkatan Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) 2027.

Pencapaian ini sekaligus menempatkan Unair di posisi ketiga terbaik di Indonesia.

>>> PKP Siapkan Rp2,2 Triliun untuk Hunian Tetap Pasca Bencana Sumatera

Rektor Unair, Prof Muhammad Madyan, menyatakan bahwa capaian ini bukan sekadar angka atau posisi dalam pemeringkatan.

Menurutnya, ini adalah hasil dari perjalanan panjang, kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh civitas academica Unair dalam membangun institusi yang unggul dan berdaya saing global.

Prof Madyan menjelaskan bahwa peningkatan kualitas dilakukan secara konsisten di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan tata kelola institusi.

Sejumlah indikator dalam pemeringkatan menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada indikator International Research Network (IRN) yang naik dari peringkat kedua menjadi peringkat pertama di Indonesia.

"Berbagai kerja sama penelitian lintas negara, publikasi bersama, joint supervision, visiting professor, hingga berbagai bentuk kemitraan akademik global telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap penguatan posisi Unair di tingkat internasional," ujar Prof Madyan.

Indikator International Faculty (IF) atau Dosen Internasional juga mencatat peningkatan skor dan peringkat. Posisi nasional Unair naik dari peringkat keempat menjadi peringkat ketiga di Indonesia.

>>> Mentan Lapor Prabowo: Cadangan Beras Nasional Cukup untuk 10 Bulan

"Kehadiran dosen dan peneliti dari berbagai negara tidak hanya memperkaya atmosfer akademik kampus, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran, penguatan ekosistem riset dan publikasi, serta memperluas jejaring keilmuan global bagi mahasiswa dan dosen kita," kata Prof Madyan.

Pada indikator Faculty Student Ratio (FSR) atau Rasio Dosen dan Mahasiswa, Unair berhasil meningkatkan skor dan peringkat dunia sekaligus mempertahankan posisi kedua terbaik di Indonesia.