Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menjalin kerja sama dengan Organization of Islamic Cooperation (OIC) Standing Committee on Scientific and Technological Cooperation (COMSTECH).

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat riset internasional terkait perubahan iklim dan kesehatan global di berbagai negara.

>>> 42 Petani Kentang Banjarnegara Berangkat Haji Bersama Keluarga Besar

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Unair Muhammad Miftahussurur mengatakan kerja sama tersebut membuka peluang bagi Unair untuk memperluas jejaring penelitian ke kawasan nontradisional.

Jaringan COMSTECH mencakup 44 negara dan lebih dari 50 perguruan tinggi dunia, termasuk Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan.

Miftahussurur berharap kemitraan ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri agar hasil riset lebih bermanfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.

Ia mencontohkan dukungan COMSTECH berupa para ahli dengan H-Index tinggi, di atas 60 hingga 90, yang dapat terhubung dengan peneliti Unair yang saat ini H-Index tertingginya masih sekitar 30-an.

>>> IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.159 pada 18 Juni 2026

Fokus pada Isu Perubahan Iklim dan Kesehatan

Executive Secretary Community Development Unair Ni Nyoman Tri Puspaningsih menjelaskan perubahan iklim dan kesehatan global menjadi fokus utama kolaborasi karena kedua isu saling berkaitan dan memerlukan pendekatan multidisiplin.

Ia mencontohkan kasus polusi udara dalam rumah di Pakistan yang menggunakan kayu bakar, yang menunjukkan keterkaitan erat antara iklim dan kesehatan.

Sepanjang 2026, Unair juga melaksanakan 10 program pengabdian masyarakat internasional di sejumlah negara, antara lain Malaysia, Thailand, Myanmar, Australia, Eswatini, dan Nigeria.

>>> Jadwal Program Televisi Jumat, 19 Juni 2026 di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE ada Film Bioskop Speed Racer dan Unsane serta Link Nonton

Menurut Puspaningsih, kekuatan multidisiplin Unair melalui bidang kesehatan, sains dan teknologi, ilmu hayati, serta ilmu sosial menjadi modal penting untuk menghasilkan solusi atas tantangan global.