Ilmuwan China Berhasil Tembus Batas Fisika Reaktor Matahari Buatan
China kembali mencatat prestasi besar dalam pengembangan reaktor fusi nuklir yang dikenal sebagai matahari buatan.
Reaktor Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) berhasil menembus batas Greenwald, sebuah batasan fisika yang selama puluhan tahun dianggap mustahil dilampaui.
>>> Pelemahan Rupiah Tekan Sektor Otomotif, Bengkel Keluhkan Biaya Naik
Keberhasilan ini memberikan harapan baru bagi pengembangan energi bersih berbasis fusi. Teknologi ini dinilai mampu memproduksi listrik melimpah dengan emisi karbon yang sangat rendah.
Apa Itu Batas Greenwald?
Batas Greenwald adalah titik kritis di mana plasma dalam reaktor fusi kehilangan stabilitas akibat kepadatan terlalu tinggi. Jika terlampaui, plasma bisa pecah dan merusak dinding reaktor.
Para ilmuwan dari Institute of Plasma Physics (ASIPP) di Chinese Academy of Sciences menerapkan sejumlah teknik untuk melewati batas ini.
Mereka menggunakan pemanasan gelombang mikro, kontrol pasokan gas berbasis umpan balik, dan desain dinding reaktor logam penuh.
Teori Baru PWSO
Eksperimen EAST melahirkan teori baru bernama Plasma-Wall Interaction Self-Organisation (PWSO). Teori ini menjelaskan hubungan mekanis antara plasma dan dinding reaktor.
Melalui PWSO, peneliti menemukan bahwa radiasi di tepi plasma berperan penting dalam memicu batas Greenwald.
>>> Pertamina Gandeng Subholding Downstream Pamerkan Produk UMKM di JKF 2026
Kontrol terhadap radiasi ini memungkinkan plasma mencapai kondisi stabil pada kepadatan tinggi, yang disebut density-free region.
Pada kepadatan 1,3 kali batas Greenwald, laju reaksi fusi meningkat lebih dari 30 persen. Sementara pada kepadatan 1,65 kali, peningkatannya bisa berlipat ganda.
Meski hasilnya impresif, para ilmuwan menegaskan bahwa pembangkit listrik fusi komersial belum siap dalam waktu dekat.
Masih ada tantangan seperti material reaktor tahan kondisi ekstrem dan peningkatan efisiensi energi.
Riset ini dipublikasikan di jurnal Science Advances dan melibatkan kolaborasi internasional, termasuk General Atomics dari AS dan CEA dari Prancis.
>>> Jadwal KRL Jogja Solo 18 Juni 2026, Berangkat dari Pagi hingga Malam
Fasilitas EAST telah beroperasi sejak 2006 sebagai platform riset terbuka bagi ilmuwan lintas negara, termasuk Indonesia.
Update Terbaru
NTB Tawarkan Investasi Hijau dan Pariwisata kepada Oman
Kamis / 18-06-2026, 17:15 WIB
ENHYPEN Comeback Agustus dengan Formasi Enam Anggota
Kamis / 18-06-2026, 17:15 WIB
Kemhan: Pengelola KDMP Ikuti Latsarmil di 67 Satuan TNI Seluruh RI
Kamis / 18-06-2026, 17:13 WIB
Pemkot Jakut Gelar Donor Darah dalam Rangka HUT ke-499 Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 17:13 WIB
Bahlil Pertimbangkan Revisi Harga Batu Bara untuk PLN
Kamis / 18-06-2026, 17:12 WIB
Polisi Telusuri Aset Bos Hanania untuk Pulihkan Kerugian Korban
Kamis / 18-06-2026, 17:12 WIB
PGN Luncurkan Program Bedah Dapur GasKita 2026, Hadiah Renovasi Gratis untuk Pelanggan Baru
Kamis / 18-06-2026, 17:12 WIB
Timnas Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 17:12 WIB
Portugal Imbang Lawan DR Congo, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Baru
Kamis / 18-06-2026, 17:12 WIB
Richard Lee Tegaskan Status Mualaf dalam Sidang Kasus UU Perlindungan Konsumen
Kamis / 18-06-2026, 17:12 WIB
Pemkot Jaktim Gelar Lomba Sambut HUT ke-499 Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 17:09 WIB
PLN: PLTS Oelpuah Bantu Penuhi Listrik Saat Beban Puncak di Pulau Timor
Kamis / 18-06-2026, 17:09 WIB
China Akan Kirim Bantuan Kemanusiaan Baru ke Iran dan Lebanon
Kamis / 18-06-2026, 17:09 WIB
Satgas PASTI Hentikan Aktivitas KOL yang Promosikan Aset Keuangan Ilegal
Kamis / 18-06-2026, 17:08 WIB






