Ekonom: Proyek Panas Bumi Tarik Minat Pendanaan Global
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli menilai proyek panas bumi mampu menarik minat pendanaan global.
Hal ini sejalan dengan meningkatnya minat investor terhadap sektor energi bersih.
>>> Siswa SMA di Jaksel Meninggal Usai Terjatuh dan Terlindas Bus
"Memang ada beberapa tipe investor niche tertentu yang hanya fokus pada clean energy.
Jadi, proyek-proyek panas bumi dengan prospek yang jelas akan sangat menarik bagi mereka," kata Dipo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut Dipo, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berada dalam posisi menguntungkan karena memiliki portofolio proyek yang relatif matang.
Kesiapan proyek menjadi faktor utama yang diperhatikan investor sebelum menempatkan modal.
Pada awal Juni 2026, tiga proyek panas bumi PGE berpotensi memperoleh dukungan pendanaan internasional setelah masuk dalam Green Book 2026 oleh Kementerian PPN/Bappenas.
Ketiga proyek tersebut meliputi PLTP Lumut Balai Unit 3 (55 MW), PLTP Lumut Balai Unit 4 (55 MW), dan PLTP Lahendong Unit 7–8 (50 MW).
Proyek yang memiliki kepastian offtaker, kesiapan infrastruktur pendukung, serta peta jalan pengembangan yang jelas akan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan maupun investor internasional.
Skema Bisnis dan Daya Tarik Investasi
Selain kesiapan proyek, skema bisnis panas bumi di Indonesia dinilai memiliki daya tarik tersendiri.
Dipo menuturkan, pendapatan dari penjualan listrik panas bumi kepada PT PLN (Persero) menggunakan denominasi dolar AS sehingga mampu mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar.
>>> Kemenag: Penyuluh agama harus manfaatkan medsos sebagai sarana dakwah
"Pembayaran revenue dari PLN untuk geothermal dilakukan dalam mata uang dolar AS.
Jadi walaupun rupiah mengalami pelemahan, tetap menarik karena tidak ada currency risk atau risiko nilai tukar yang signifikan," ucap Dipo.
Update Terbaru
Polda Metro Jaya Siagakan 4.131 Personel Amankan Unjuk Rasa Hari Ini
Kamis / 18-06-2026, 11:55 WIB
Kemenag Bantah Menag Nasaruddin Umar Samakan Pemerintah dengan Fir'aun
Kamis / 18-06-2026, 11:55 WIB
Postur Tubuh Pebalap Pengaruhi Kendali Motor MotoGP
Kamis / 18-06-2026, 11:53 WIB
6 Fitur Baru Android 17: Multitasking, Privasi, dan Keamanan
Kamis / 18-06-2026, 11:52 WIB
Kejaksaan Agung Periksa Sony Sonjaya Terkait Korupsi Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 11:52 WIB
5 Seconds of Summer Tambah Jadwal Konser di Jakarta Arena
Kamis / 18-06-2026, 11:52 WIB
PN Jakarta Pusat Eksekusi Pengosongan Lahan Hotel Sultan
Kamis / 18-06-2026, 11:52 WIB
Dua Perusahaan Siap IPO di BEI pada Juni-Juli 2026
Kamis / 18-06-2026, 11:52 WIB
PN Jakpus Eksekusi Pengosongan Lahan Eks Hotel Sultan dengan Bantuan Polri-TNI
Kamis / 18-06-2026, 11:52 WIB
Novel 'Bersampul Batik' Angkat Kisah Cinta dan Dinamika Pesantren
Kamis / 18-06-2026, 11:52 WIB
Pemerintah Siapkan Uji Coba BBM Bioetanol E20, Target 2028
Kamis / 18-06-2026, 11:51 WIB
Pelaku Pasar Tunggu Dua Pengumuman Penting MSCI Penentu Arah IHSG
Kamis / 18-06-2026, 11:50 WIB
Faktor Penentu Harga BBM di Indonesia: Dari Minyak Dunia hingga Kurs Rupiah
Kamis / 18-06-2026, 11:50 WIB
Kemnaker Percepat Transformasi BPVP Jadi Mini Campus
Kamis / 18-06-2026, 11:50 WIB






