Pemerintah kembali akan menggelar uji coba bahan bakar minyak (BBM) alternatif baru. Kali ini, jenis bahan bakar yang diuji adalah campuran bioetanol sebesar 20 persen atau E20.

Uji coba E20 diagendakan setelah peluncuran biodiesel B50. Peluncuran B50 sendiri dijadwalkan pada 1 Juli 2025.

>>> Pelaku Pasar Tunggu Dua Pengumuman Penting MSCI Penentu Arah IHSG

Pemerintah menargetkan implementasi resmi bioetanol E20 pada tahun 2028.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi.

Eniya menyatakan telah berkomunikasi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk memulai pengujian. "Saya minta asosiasi untuk ayo kita sama-sama uji langsung road test E20," ujarnya.

Fokus pada Mandatori E5 Tahun Ini

Sebelum menuju E20, pemerintah saat ini fokus pada realisasi mandatori bioetanol 5 persen (E5). Mandatori E5 ditargetkan mulai berjalan tahun ini.

Eniya memaparkan bahwa mandatori E5 harus diimplementasikan sebelum Desember 2025. Langkah ini untuk mengejar target bauran 10 persen (E10) pada awal 2027.

>>> Faktor Penentu Harga BBM di Indonesia: Dari Minyak Dunia hingga Kurs Rupiah

"Target kita sebelum Desember sudah dimandatorikan dulu 5 persen, karena Januari ngejar yang 10 persen. 2028 baru 20 persen," jelas Eniya.

Dari sisi teknis, Eniya meyakini teknologi mesin kendaraan saat ini sudah mampu mengonsumsi bahan bakar dengan campuran etanol hingga 30 persen.

Namun, pengujian terukur tetap diperlukan sebelum diterapkan massal.

"Saya yakin produk mobil sekarang bisa sampai 30 persen.

>>> Prediction Market: Jembatan Analisis Data dan Kebijaksanaan Massa di Era Digital

Tapi tahun berapa yang bisa E10, E20, hingga E30, itu saya minta asosiasi untuk segera road test," tutur Eniya.