Pemerintah akan menguji coba bahan bakar minyak (BBM) baru dengan campuran bioetanol 20 persen atau E20.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen memperluas penggunaan energi terbarukan di sektor transportasi.

>>> Peruri: Pekerja Era Digital Wajib Miliki Kemampuan Berpikir Kritis

Uji coba E20 akan menyusul rencana peluncuran biodiesel B50 yang dijadwalkan pada 1 Juli mendatang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan implementasi massal bioetanol E20 pada tahun 2028.

Sebagai langkah awal, pemerintah menggandeng industri otomotif untuk memulai pengujian teknis.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan telah berkomunikasi intensif dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

"Nah saya lagi minta asosiasi untuk ayo kita sama-sama uji langsung road test E20. Nah itu saya minta tim Gaikindo tuh.

Kamu janji ya ayo kita secepatnya E20 uji road test-nya," kata Eniya.

Sebelum mencapai target E20 pada 2028, pemerintah saat ini fokus menyelesaikan mandatori bioetanol 5 persen (E5).

Program E5 ditargetkan berjalan penuh tahun ini sebagai basis menuju bauran yang lebih tinggi.

>>> Perbanas: 90% UMKM Belum Butuh Kredit Bank, Andalkan Modal Sendiri

Eniya menyebutkan mandatori E5 harus segera diimplementasikan sebelum Desember tahun ini. Hal itu menjadi persiapan untuk mengejar target bauran 10 persen (E10) pada awal 2027.

"Target kita kan intinya sebelum Desember sudah dimandatorikan dulu 5 persen karena Januari kan ngejar yang 10 persen.

2028 baru yang Januari 2028 baru 20 persen," jelas Eniya.

Kementerian ESDM meyakini mesin kendaraan modern saat ini sudah mampu mengadopsi bahan bakar dengan campuran etanol lebih tinggi.

Namun, serangkaian uji jalan yang terukur tetap diperlukan.

Eniya optimistis teknologi mesin mobil masa kini dapat mengonsumsi bensin dengan campuran etanol hingga 30 persen tanpa kendala teknis berarti.

"Saya yakin produk-produk mobil yang sekarang itu bisa sampai 30 persen. Itu di jurnal ada.

Tapi saya yakin 30 persen itu nggak masalah, cuma tahun berapa yang bisa E10, tahun berapa yang bisa E20, tahun berapa yang bisa sampai E30.

>>> OJK Tetapkan Jeffrey Hendrik Jadi Direktur Utama BEI Periode 2026-2030

Nah itu saya minta kemarin asosiasi untuk ayo kita segera road test," ujarnya.